Blog ini sebagai sarana untuk membebaskan ide-ide yang ada dalam pikiranku tanpa maksud untuk menyinggung atau mendiskreditkan pihak tertentu. Hal-hal yang saya tuliskan adalah murni dari pengalaman dan pikiran yang melintas dalam kepalaku. 100% original tanpa maksud menggurui siapapun.
Minggu, 10 November 2013
be honest
be honest
itulah kata yang terpampang dengan sangat besar,
di lapangan olah raga tempat anakku akan melanjutkan pendidikannya
tempat yang menurutku "terbaik" bagi buah hatiku
tempat yang kuharap akan membentuk karakternya
guna menjadi pegangan di masa depan;
ketika ia menjadi seorang pemuda yang memiliki banyak cita
dengan semangat gelora darah mudanya,
ketika ia menjadi seorang "pelayan" bagi tempat dimana ia berada,
ketika ia menjadi "pemimpin"saat yang lain tidak berani bersikap,
ketika ia harus menjadi "panutan" karena ia di daulat
oh TUHAN, dengarkan do'a dari hati seorang ayah ini.......
tak banyak yang dapat kuberi bagi insan yang telah Kau titipkan padaku,
tak hendak aku mengatur langkahnya, karena ia adalah milikMu.
andaikan matahari dapat kusentuh, kan kuberikan ia matahari......
andaikan bulan dapat kupetik, kan ku ulurkan baginya bulan purnama 12...
yang terbaik yang dapat kulakukan, akan kulakukan baginya.....
dalam semarak masa mudaku, ku ingat akan kasih Mu ya Tuhan......
kasih yang menguatkan kaki rapuh ini, untuk dapat melangkah......hingga saat ini
dalam dunia yang sedang menuju kehancuran......, ku butuh bekal untuk anakku
agar ia tidak binasa ketika melakukan perjalanannya........,
saat aku sudah tidak lagi bersamanya.
tiada hadiah yang lebih indah, yang kuminta dari Mu ya Allahku......
izinkan buah hatiku dapat melanjutkan pendidikannya di sana...
di tempat kejujuran menjadi alasan utama mereka menempuh pendidikannya.
amin
http://smp.kanisius.edu/
Senin, 12 Agustus 2013
Berjuang untuk hidup
Berjuang untuk hidup
Teman, pernahkah kalian merasa bahwa kehidupanmu terancam
dan merasa tidak berkembang?
Apa artinya kondisi ini bagimu?
Saya pernah mengalaminya, serasa semua yang dilakukan tiada
arti karena “kering makna”.
Namun dari sini saya menyadari satu hal.
Kesulitan
itu perlu untuk dapat hidup “sehat”.
Hidup sehat yang saya pahami adalah hidup yang membuat orang
yang menjalani merasa bahwa hidupnya berarti. Hidup yang mempunyai harapan dan
tujuan yang jelas. Ada tantangan yang harus ditaklukkan. Ada usaha yang harus
dilakukan, dan ada pilihan yang harus diambil.
Tidak semua pilihan yang diambil adalah pilihan yang mudah.
Namun saya merasakan gairah kehidupan dengan mengatakan “ya” pada tantangan dan
kesulitan yang menghadang.
Seiring dengan kesulitan dan tantangan yang saya hadapi,
otak memerintahkan tubuh untuk waspada dan survive. Peringatan otak bahwa tubuh
harus mendukung upaya untuk dapat bertahan hidup dan memunculkan kreatifitas
dan ide-ide yang baru.
Hal-hal sederhana jadi mendapat tempat yang berbeda dalam
kacamata saya.
Setiap ide yang muncul membuka jendela baru untuk melihat
peluang.
Peluang yang perlu ditindaklanjuti agar memberikan hasil seperti yang
saya harapkan.
Persaingan yang muncul dalam kehidupan saat ini sudah sangat
multi dimensi.
Usia tua tidak menjamin bahwa “senior”menjadi lebih ahli dari
yang “junior”.
Ilmu pengetahuan tidak berpihak kepada yang lebih tua.
Ilmu
pengetahuan bersahabat dengan orang-orang muda yang gencar mencarinya.
Ilmu
pengetahuan menjadi begitu dekat dengan mereka yang haus akan dirinya.
Ibarat
sebuah kata mutiara yang disampaikan oleh seorang Guru Sekolah Dasar di kaki
Kawah Ratu kepada murid-muridnya, “orang yang pintar akan menguasai dunia, dan
kuncinya adalah membaca”.
Ya, benar….. pengetahuan bisa didapatkan dari bacaan.
Banyak
bacaan bermutu dan yang dapat memotivasi orang untuk dapat melakukan hal-hal
besar melalui cara-cara yang sederhana.
Bacalah, maka ilmu pengetahuan itu akan
menjadi bagian dari dirimu.
Membaca berarti memindahkan informasi dari media
cetak/tulis/digital dalam bentuk tulisan ataupun gambar ke dalam otak si
pembaca.
Hasil informasi ini diolah, dipilih dan dipilah untuk selanjutnya digunakan sesuai kebutuhan si pemiliknya.
Teman, mari luangkan waktu untuk menambah pengetahuan dengan membaca agar kita menjadi pintar dan dapat menguasai dunia.
Sabtu, 10 Maret 2012
Aku antar kau......, pagi pukul tiga
TUHAN.......,
terlalu cepat semua.......,
Kau panggil satu-satunya yang tersisa......,
proklamator tercinta.....,
jujur...., lugu..., dan bijaksana......
mengerti apa yang terlintas...
dalam jiwa...
rakyat Indonesia.......
terbayang bhaktimu......,
terbayang jasamu.....,
terbayang jelas.....,
jiwa........ sederhanamu......
bernisan bangga.......,
berkafan do'a......,
dari kami.....
yang merindukan.....
orang.......
sepertimu..........
(lagu: Bung Hatta, karya Iwan Fals)
kembali lagu ini melantun.... dalam hatiku....,
mengharu biru dalam deru rindu......,
pada seorang pemimpin yang kutunggu.....!
yang kuingin.....,
hadir dalam negeriku Indonesia.....,
untuk membangkit kejayaan Majapahit......,
tempat negeri dimana MERAH PUTIH.......,
menjadi lambang yang menggetarkan.........,
tempat negeri dimana MERAH PUTIH.....,
menjadi tempat yang dipuja puji.....,
tempat negeri dimana.... MERAH PUTIH....,
memberikan kelegaan bagi putra putrinya.....,
tempat negeri..... yang kupanggil.....
sebagai....... Ibu Pertiwi........
tempat negeri dimana .......
sosok mulia......, diam dalam pendar kebijaksanaan....
sosok negeri dimana diam menjadi sumber kesukaan......,
sosok pribadi..... dimana PUTIH masih perlambang kesucian......
sosok diri......., dimana MERAH masih perlambang keberanian......,
dalam diam....,
terpendam......,
angkara...... durjana......,
dalam diam......, terpendam.......,
cinta........, sengsara.......,
dalam langkah......, terpatri....... luka di hati.....,
dalam gerak......,
terbayang...... sosok pembela........,
dalam..... malam........, terderit.......
pintu....... gerbang......,
dalam.... emas......, tersimpan....diam
dalam diam.....,.
tersimpan....... nona......,
dalam nona.....,
tersimpan......... Srikandi....ku....,
dalam ku..... tersimpan Mu.......,
dalam Mu........, tergaris..... Kau....,
dalam Kau..... tergararis...... DIA......
Dalam DIA........,
ada damaiku.......,
dalam ku.....,
ada.... hati........,
dalam hatiku......,
ada kamu.......,
karena ........
aku CINTA...... kamu.
I love you....., INDONESIA.....!!!
if tomorrow never come........,
please tell her......
that I love her.......
Cause GOD love us...... :)
peace......
Kamis, 19 Januari 2012
Bapak H. Chaidir Anwar, MBA

"Innalilallhi wainnailaihi raji'un telah berpulang ke Rahmatullah Bpk Chaidir Anwar MBA disemayamkan d rmh duka di jl blangbintang 10 airtawar. Smoga Allah SWT memberikan ampunan & tempat yg terbaik bg almarhum serta ketabhan & keihlsan pd keluarga yg ditinggalkan. Amiiin. (edwin)"
--------------------------------------------------------------------
telah gugur pahlawanku.......,
tunai sudah janji bakti............,
gugur satu tumbuh sribu........,
tanah air jaya sakti.....................
Kata-kata ini mengalir dalam hati dan pikiranku, ketika kudengar berita bahwa salah seorang dosen favoritku wafat, Bapak Chaidir Anwar, MBA.
Dosen yang kukenal di tahun 1992, karena aku mulai mengikuti mata kuliah Manajemen Strategis yang beliau sajikan di semester ke-6 Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang.
Luar biasa,....... cara penyampaian materi kuliah membuat anganku meloncat ke negeri jauh yang sudah lebih modern dalam ilmu manajemen.
Beliau juga memperkenalkan bahwa seorang konsultan manajemen merupakan sebuah profesi dengan penghasilan yang sangat fantastis. Hal ini benar nyata adanya, ketika dalam pekerjaanku saat ini harus mengeluarkan uang perusahaan miliaran Rupiah untuk membayar jasa konsultan yang bekerja hanya dalam waktu 10 minggu.
Bapak Chaidir sangat istimewa di mataku. Beliau sangat berbeda. Dari segi pendidikan, beliau tidak memiliki gelar S1, tetapi mendapatkan gelar MBA (Magister Business Administration) dari negeri Paman Sam. Beliau orang yang langka.
Ketika aku sedang menyusun skripsi dan berpapasan dengan beliau. Kata-kata yang terucap dari mulutnya kepadaku adalah, "Ba'a alun juo pai dari kampus lai?" (kenapa kamu masih belum meninggalkan kampus?).
Maksud beliau yang kutangkap adalah "jangan boroskan waktumu, tuntaskan segera skripsimu dan selesaikan tanggung jawabmu sebagai mahasiswa."
Baik Pak, jawabku, mudah-mudahan dalam tahun ini Bapak tidak melihat saya lagi di kampus.
Kenangan manis yang mengalir dalam benakku ketika mengenang masa-masa kuliah di kampus Limau Manih. Kesederhanaan serta disiplin dalam memulai perkuliahan merupakan cerminan pribadi beliau yang bijaksana dan bersahaja.
Tunai sudah tugas bakti Bapak Chaidir Anwar sebagai seorang dosen.
Seorang guru yang layak dicintai, digugu dan ditiru.
Sampai jumpa Pak Chaidir, semangat Bapak untuk berbagi ilmu dalam ketulusan dan kepedulian demi kemajuan kaum muda Indonesia akan kucontoh sebagai ungkapan terima kasihku padamu.
Jakarta, 20 Januari 2012
Senin, 02 Januari 2012
kesungguhan menyongsong harapan baru
Kesungguhan menyongsong harapan baru
Merupakan salah satu kalimat yang kuperoleh di awal tahun 2012 yang penuh makna mendalam. Pagi ini (tepatnya subuh tanggal 3 Januari 2012 pk. 03.57 WIB) ku mulai mencanangkan dalam hati untuk selalu berbuat dengan kesungguhan hati, agar harapan di tahun 2012 ini tidak tinggal harapan namun mewujud nyata dalam kehidupanku sekeluarga dan masyarakat di sekelilingku.
Kesungguhan yang kupatrikan di awal tahun ada beberapa hal yaitu:
1. meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk investasi di bidang ilmu pengetahuan (tiap hari harus membaca buku yang menambah pengetahuan baru minimum 1 jam).
2. menyusun rencana kerja pribadi untuk kemajuan diriku sendiri serta kemajuan masyarakat di sekitarku.
3. menganalisis masalah dan kendala yang dihadapi dengan pendekatan 4W 1 H (what, who, when, where, dan how)
4. menindaklanjuti rencana pada butir 2 tersebut di atas.
5. melakukan evaluasi mingguan atas aktivitas 1-3 di atas.
6. menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menulis di blog.
Harapanku di tahun 2012 yaitu:
1. dapat menciptakan peluang usaha/lapangan kerja bagi diriku sendiri serta masyarakat di sekitarku.
2. dapat meningkatkan kehidupan ekonomi diriku dan masyarakat di sekitarku.
3. dapat menerapkan ilmu-ilmu manajemen dalam setiap aspek pekerjaan dan usaha yang akan kurintis (planning, organizing, actuating dan controlling – POAC).
Hal-hal tersebut di atas muncul karena aku memperhatikan dari setiap kisah sukses orang-orang yang kuanggap berhasil dalam kehidupan mereka ternyata ada satu kunci yang sama yang dipakai oleh mereka yaitu “disiplin”. Disiplin disini diartikan sebagai bentuk konsistensi melakukan pengulangan ilmu dasar manajemen dalam setiap usaha yang mereka rintis.
Walau terdengar mudah, namun menerapkan disiplin bukanlah sesuatu yang mudah bagiku. Hal ini sudah kusadari, bahwa untuk dapat disiplin (konsisten) harus dimulai dari hal-hal sederhana. Contohnya; membaca buku yang berisi pengetahuan baru (minimum 1 jam sehari).
Yah….., tidak masalah dengan masa lalu di tahun 2011.
Aku akan menyongsong tahun 2012 dengan semangat baru dan kesungguhan, karena aku ingin menjadi pemenang di tahun 2012 ini.
Apakah karena diramalkan bahwa pada tanggal 21-12-2012 akan terjadi “kiamat” ? Tidak, karena bagiku setelah melewati 4 dasawarsa kehidupan, maka arti hidup yang sesungguhnya harus sudah kudapatkan dan kubagikan pada sesama manusia.
Life began at forty. Kehidupan dimulai di usia empat puluh tahun.
Selamat datang tahun baru 2012, selamat datang semangat baru.
Jakarta, 20120103
Jumat, 30 Desember 2011
Taman Mini Indonesia Indah-ku sayang, Taman Mini Indonesia Indah-ku malang

Teman-teman, walaupun sudah lebih dari satu dasawarsa tinggal di Jakarta namun diriku belum sempat menikmati hal-hal yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan leluasa dan cukup waktu.
Pernah sekali aku ke TMII dalam rangka dinas dan melihat-lihat panggung untuk acara live di TV. Lain waktu, aku menemani Saudara yang datang dari daerah untuk mengunjungi Theater Keong Emas. Hanya beberapa tempat dan itupun menghabiskan cukup banyak waktu. Kemarin, aku kembali ke TMII guna menemani Saudara dan keponakan yang datang dari daerah Kalimantan Barat. Setelah melihat pertunjukan di Keong Emas, mereka kuajak ke Museum Puspitek (namun jika kita lihat ke situs www.tamanmini.com, Musem Puspitek tidak ditampilkan). Ada hal menarik yang kutemukan di sana, karena baru pertama kali masuk ke Museum Puspitek jadi aku mengamati setiap hal yang kutemui.Aku terpesona melihat informasi yang disajikan di Museum ini, karena hal-hal yang sebelumnya pernah kutemui di negara tetangga (di Petroscience Malaysia) ternyata telah lebih dulu dmiliki oleh TMII. Namun sayang seribu sayang, hal-hal yang sangat bagus dan informatif dari sisi ilmu pengetahuan ini tidak dirawat dengan baik (atau mungkin tidak terawat sama sekali).
Mulai dari pintu masuk, aku menemukan adanya permainan bola dalam kotak akuarium yang tidak ada informasi yang menyertainya serta tidak ada guide yang memandu sama sekali. Beranjak ke permainan berikutnya, terlihat tulisan informasi yang ditulis dalam bahasa Inggris, namun tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Mendekati tempat permainan cahaya aku melihat mikroskop yang tidak terawat sama sekali, bukannya mikro organisme yang dapat kita lihat, tetapi isolasi (plester) yang sudah kotor dan berdebu yang berada di bawah mikroskop.
Seterusnya di bagian pencerminan, yang terlihat adalah bayang-bayang buram karena cerminnya (lempengan seng) sudah baret-baret dan kusam. Sepanjang perjalanan di Museum ini, hanya satu lokasi yang ada pemandu (relawan) yang memperagakan permainan tebak tanggal lahir dan bagaimana memindahkan koin tanpa harus membuang air dari wadah bejana datar.
Ah... kamu sih datangnya pada tanggal 30 Desember 2011, khan akhir tahun dan orang liburan. Mungkin benar saya yang datang tidak pada waktu yang tepat, namun tetap yang kulihat adalah tempat yang sangat baik namun tidak dikelola dengan profesional atau tidak ada sense of belonging (rasa memiliki) dari pengelolanya .
Barangkali isu utamanya adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggaji pemandu (guide) serta penjaga setiap permainan. Jika benar demikian, saya rasa ada solusi yang mudah, meriah dan memberikan manfaat serta kebanggaan bagi semua orang yang merasa memiliki dan menjadi bagian dari TMII.
Caranya.......?
Begini:
1. TMII harus menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah (setara SMP atau SMA).
2. Buat program kerjasama untuk menjadi pemandu atau pendamping pada setiap permainan yang diperagakan (yang bersifat science).
3. Berikan kompensasi kepada pihak sekolah berupa tike masuk gratis sebagai kompensasi (besaranya bisa diatur dan dihitung).
4. Berikan sertifikat penghargaan atas kesediaan sekolah untuk bekerjasama dengan TMII.
Hal-hal positif yang didapat dari kerjasama ini adalah:
1. Sekolah yang diajak bekerjasama merasa diapresiasi.
2. Siswa yang terlibat merasa memberikan sumbangsih berharga bagi TMII dan merasa diapresiasi.
3. Pengunjung yang datang mendapatkan informasi yang lengkap dan puas atas keberadaan Museum Puspitek ini.
4. Anak-anak yang mengunjungi Museum akan terpuaskan rasa ingin tahunya karena diberikan panduan dan penjelasan yang mudah dimengerti sehingga mereka akan melihat science sebagai hal yang menarik.
5. Meningkatkan rasa cinta generasi muda kepada TMII
Hanya ulasan dan pendapat ini yang dapat saya sampaikan, semoga berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Salam tutup tahun
Semoga kehidupan bangsa Indonesia semakin baik di tahun yang akan datang.
Jakarta, 31 Desember 2011
Jumat, 30 September 2011
G 30S (Gempa 30 September 2009)
hai teman, sudah cukup lama gw tidak menulis di blog ini
terus terang sedang tidak ada ide
btw gw ingin bercerita sedikit tentang kenangan berkaitan dengan G30S. Bukan Gerakan 30 September 1965 tetapi Gempa 30 September 2009.
Pada tahun 2009 ini ada beberapa hal penting yang gw alami dan meninggalkan bekas sangat mendalam berkaitan dengan kampung halaman karena dua orang yang gw kasihi dan hormati kembali ke pangkuan ilahi tahun 2009.
Bulan Maret 2009, bokap kandung gw wafat (sebelum gempa)
Bulan November 2009, bokap angkat gw wafat (setelah gempa)
Ketika gw kembali pulang bulan November 2009 untuk memberikan penghormatan terakhir pada bokap angkat gw, masih sempat gw lihat tempat-tempat yang berubah menjadi luluh lantak. Kenangan masa kecil akan tempat-tempat tersebut membuat gw merasa nelangsa.
Tidak mudah untuk percaya, walaupun kenyataan tersaji di depan mata.
Sekarang tahun 2011 - setelah 2 tahun berlalu, gw sempat melihat ada tugu peringatan korban gempa.
Dalam hati gw sempat bertanya, kenapa rasa kebersamaan ini harus muncul setelah ada bencana. Kenapa kebersamaan itu bersembunyi saat keadaan tenang dan adem ayem. Kenapa yang dimunculkan selalu rasa curiga dan benci.
Ah.... gw hanya bisa menerka-nerka, ..... mungkin benar.... mungkin juga salah.
Tetapi saat gw berdiri di depan tugu peringatan dan membaca tulisan yang dipahat, rasa haru muncul dan membuat air mata gw menetes.
Semoga dengan kejadian ini, rasa persaudaraan antar umat manusia di kampung halaman gw terjaga selalu. Gw percaya bahwa, hidup bukan hanya sekedar pertambahan usia melainkan memberikan makna bagi manusia lain di sekitar.
Oh ..... kampungku nan jauh di mata, rasa cinta padamu tetap menyala walau kini diriku jauh di seberang lautan.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa menyuburkan rasa kasih persaudaraan di bumi Minang Kabau, karena kasihNya yang berlimpah kepada umat manusia. Amin
terus terang sedang tidak ada ide
btw gw ingin bercerita sedikit tentang kenangan berkaitan dengan G30S. Bukan Gerakan 30 September 1965 tetapi Gempa 30 September 2009.
Pada tahun 2009 ini ada beberapa hal penting yang gw alami dan meninggalkan bekas sangat mendalam berkaitan dengan kampung halaman karena dua orang yang gw kasihi dan hormati kembali ke pangkuan ilahi tahun 2009.
Bulan Maret 2009, bokap kandung gw wafat (sebelum gempa)
Bulan November 2009, bokap angkat gw wafat (setelah gempa)
Ketika gw kembali pulang bulan November 2009 untuk memberikan penghormatan terakhir pada bokap angkat gw, masih sempat gw lihat tempat-tempat yang berubah menjadi luluh lantak. Kenangan masa kecil akan tempat-tempat tersebut membuat gw merasa nelangsa.
Tidak mudah untuk percaya, walaupun kenyataan tersaji di depan mata.
Sekarang tahun 2011 - setelah 2 tahun berlalu, gw sempat melihat ada tugu peringatan korban gempa.
Dalam hati gw sempat bertanya, kenapa rasa kebersamaan ini harus muncul setelah ada bencana. Kenapa kebersamaan itu bersembunyi saat keadaan tenang dan adem ayem. Kenapa yang dimunculkan selalu rasa curiga dan benci.
Ah.... gw hanya bisa menerka-nerka, ..... mungkin benar.... mungkin juga salah.
Tetapi saat gw berdiri di depan tugu peringatan dan membaca tulisan yang dipahat, rasa haru muncul dan membuat air mata gw menetes.
Semoga dengan kejadian ini, rasa persaudaraan antar umat manusia di kampung halaman gw terjaga selalu. Gw percaya bahwa, hidup bukan hanya sekedar pertambahan usia melainkan memberikan makna bagi manusia lain di sekitar.
Oh ..... kampungku nan jauh di mata, rasa cinta padamu tetap menyala walau kini diriku jauh di seberang lautan.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa menyuburkan rasa kasih persaudaraan di bumi Minang Kabau, karena kasihNya yang berlimpah kepada umat manusia. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)
