hei kawan,.... aku punya cerita....,
cerita usang..... yang kadang kala masih muncul dalam sanubariku..., tentang seorang temanku.... saat masih kecil... ketika kami masih duduk di kelas 3 SMP Maria Padang.....?
ia seorang anak polisi......, namanya Yoshida...., entah dimana kini temanku ini berada.....?
ah... Yoshida..., nama yang berbau Jepang... ya....? jika ditanyakan kepada Yoshida,.... dia akan mengatakan bahwa ayahnya memberikan nama tersebut untuknya karena ada suatu kenangan indah dan manis.... bagi beliau sehingga dijadikan nama untuk putrinya...., yang pintar.... yah... menurutku dia pintar,... karena rangking di kelas selalu di atasku.....?
Hei... kemana lari ceritanya......? sabar dulu kawan........,
yang membuatku ingat, .... dan akan selalu mengingat Yoshida adalah ketika kami disuruh oleh Bu Guru untuk menyanyi di depan kelas.... yah... biasalah pada pelajaran Kesenian...., maka setiap siswa/i harus melantunkan lagu untuk menjadi ukuran penilaian, apakah dia... sudah ckukup memiliki jiwa seni .... ?
Yoshida,... dengan tenang dan penuh penghayatan....., menyanyikan sebuah lagu.....?
dan... yang membuatku merasa aneh... dan sedikit gugup saat itu....karena ia menyanyikannya dengan meneteskan.... air mata.....? huh... cengeng... sekali.....?
aku tak ingat judul... lagunya..., apa ?... tetapi, setelah pelajaran selesai aku meminta Yoshida mengulangi lagunya,... dan aku mencatatnya...., karena menurutku lagu itu..... sangat bagus...., yah.... lagu dari seorang yang memakai nama Jepang.,.... tetapi menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia.....?
eh.... Yoshida itu tidak ada darah Jepang,.......nya sama sekali... (mungkin juga ada barangkali .... gw kagak tau bo...?)
dengan tenang, dan sedikit bergetar... suara Yoshida mengucapkan kata-kata yang menjadi syair yang berbunyi begini:
seakan Bunda bertanya, pada diriku.....
mana jiwa anak bangsa, mana..... baktimu.....?
bagai tersiram bara,..... tersentak aku bangkit....!
kesadaran..... menggoncang di hati.....,
terucap bagimu negri, janjiku Pertiwi,......
lihat.... anak bangsamu,...... siaga.....
reff:
jangan.. tanyakan,.. kepada negerimu....
apa dan berapa...., yang akan kau dapat......
tapi tanyakan......, kepada dirimu.......
apa yang telah.... engaku berikan.........
ah... Yoshida,... temanku.... lagu ini masih sering muncul sendiri dari suara di dalam diriku...,
kadang berbisik lembut.....,
kadang..... bergema....,
kadang....... memaksaku...., untuk menyanyikannya....,
walau... suaraku...,sumbang.... tidak sebagus suaramu......
Yoshida temanku..., dimanakah engkau kini berada ?
aku ingat.... teman kita Memet... suka memanggilmu dengan nama tambahan....
Yoshida Nakamura...., ah.... itu kan bukan namamu yang sesungguhnya.....?
tetapi yang kuingat.... namamu jadinya Yoshida Nakamura....?
Jakarta; 19 November 2010 - 06:02 AM
Blog ini sebagai sarana untuk membebaskan ide-ide yang ada dalam pikiranku tanpa maksud untuk menyinggung atau mendiskreditkan pihak tertentu. Hal-hal yang saya tuliskan adalah murni dari pengalaman dan pikiran yang melintas dalam kepalaku. 100% original tanpa maksud menggurui siapapun.
Kamis, 18 November 2010
Kamis, 11 November 2010
WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA

hai teman, ..... apa khabarmu......?
sudah cukup banyak ide yang berpendar di kepalaku meminta jari-jari untuk menuliskan melalui keyboard ke blog ini....?
yah.... ini tulisanku yang pertama pada bulan November 2010.
tanggal 10 November kemarin, bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan,..... aku mengusahakan untuk dapat melangkahkan kaki lemah ini ke Graha Bhakti Budaya | Taman Ismail Marzuki (lebih tepatnya sih.... naik mobil...),
tujuanku..... adalah untuk melihat Bapak Rocky Gerung menyampaikan isi hati dan buah pikirnya..... yang diberi judul "MERAWAT REPUBLIK DENGAN AKAL SEHAT".
pertama kali acara dibuka dengan menampilkan salah satu artis jebolan Asia Bagus yaitu Bonita yang membuat kelompok musik bernama Bonita and The Hus BAND.
sebelum masuk ke dalam auditorium tempat acara dimulai, aku sempat mengamati beberapa foto yang dipamerkan yang memotret kekerasan dan tindakan yang mengatasnamakan kepentingan bangsa, namun sebenarnya menurutku adalah tindakan bar-bar orang-orang yang berpikiran sempit dan hanya melihat negara Kesatuan Indonesia ini dari sudut pandang keyakinan mereka sendiri.
beberapa orang kulihat mengenakan baju kaos dengan tulisan.....
Indonesia Bukan Negara Agama......., dengan dasar merah darah..... dan tulisan putih.....?
aku jadi bertanya-tanya dalam hati,...... kemanakah Indonesia-ku,..... Indonesia-mu, Indonesia-kita......, ini akan dibawa oleh para pemimpinnya ? atau oleh para pemimpinya ? yang kebetulan duduk di singgasana tampuk kekuasaan karena kekuatan beberapa kepentingan yang mencerminkan angka-angka statistik ....?
ya ALLAH, .... jerit hatiku...., selamatkan negeriku,..... selamatkan bangsaku, ...... selamatkan bangsa kami......
rasanya,....... air mata ini sudah kering untuk menangis...., namun hatiku... masih bersenandung......... " disana tempat lahir beta....." dibuai dibesarkan Bunda....... tempat berlindung di hari tua....... tempat akhir menutup mata......?
oh.... Indonesiaku, ...... apa yang harus kulakukan untuk merawatmu.....?
Ibu Pertiwi,...... ini aku ,..... anakmu......., ingin menunjukkan bhakti ....., walaupun mungkin kelihatan tak berarti.....
dalam gegap gempita hati yang bertalu-talu,..... dalam perjalanan pulang air mataku ternyata masih bisa mengalir ketika bibir ini lepas melambungkan lagu......
Indonesia...... tanah air beta,
pusaka abadi nan jaya.....,
Indonesia...... sejak dulu kala,.....
slalu dipuja-puja bangsa......
disana....... tempat lahir beta........
dibuai..... dibesarkan Bunda.........
tempat berlindung....... di hari tua......
tempat akhir ..... menutup mata....... /@
do'aku, bhaktiku, pikiranku.... dan karyaku akan kupersembahkan bagimu Ibu......
walaupun kecil dan tak berarti,... namun terimalah sebagai tanda bukti cinta anakmu.
WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA + ad maeorem Dei gloriam
Jakarta Barat, Jum'at pk. 05.30 WIB
Jumat, 29 Oktober 2010
Prof. H. Syahruddin, SE, MA

dosenku, guruku, ayahku, profesorku, telandanku, buah hatiku, semangatku, api yang membakar dadaku, contoh yang selalu kuceritakan kepada anak-anakku, bagian dari do'aku setiap hari, kenangan abadi dalam hati dan ingatanku, suluh semangat bagi kaum muda kampungku, pengayom induak+adiak+ayah+sadonyo, putra terbaik nagariku, putra Bumi Pertiwi yang membawa suluh keteladanan, muslim yang saleh, ...... /@/*/"/+/C
itulah engkau Papa......,
itulah dirimu Pak Ca.....,
itulah Datuak Nagari Basa.....,
itulah Profesor Haji Syahruddin, SE. MA.... almarhum.....
salah satu putra terbaik negeriku Indonesia.......,
ku kenal dirimu saat kakiku mulai menapak Perguruan Tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang tahun 1989.
Bapak, wajahmu memancarkan keteduhan........,
sinar matamu memancarkan kesabaran...........,
sikapmu...... memancarkan kebijaksanaan.......,
diammu........ memancarkan kasih seorang Bapa.....
bicaramu....., mengurai masalah......
hadirmu......., membawa perubahan......
karyamu........ mengubah banyak insan........
ajaranmu......... menyeret langkah kaki yang lesu.... menuju semangat cinta tanah air
di sampingmu....... dunia seakan tidak lagi memiliki masalah..... :)
senyummu........ meruntuhkan semua beban persoalan.........,
tawamu........... membuatku ingin memberikan yang terbaik bagi Negeri ini
hampir 1 tahun sudah sejak wafatmu Papa......,
aku merasakan hadirmu selalu disanubariku.......,
saat engkau menghadapi deritamu dengan tanpa berkeluh kesah.....,
saat engkau menelponku........., untuk yang terakhir kalinya.......,
hingga saat ini aku masih menyimpan pesan singkatmu....... "alhamdulilah Papa semakin baik"
saat kudengar dari telpon adinda, berat nafasmu menjelang...... kepulanganmu ke rumah Bapa Surgawi.
saat kumelihat dirimu, tidur lelap selamanya di rumah kita.......
rumahmu,..... yang juga telah menjadi rumahku....... Papa, terima kasih.....
saat kudengar do'a-do'a bergema indah ketika engkau disholatkan.........
saat kulihat engkau diturunkan kedalam tempat peristirahatan terakhir.....
saat ku..... menatap engkau dibaringkan menghadap kiblat......,
saat tanah.... menutupi tubuhmu..... yang kokoh..... tempat beban berat nagariku dipikul...., saat.... aku ... tak dapat menahan tetesan air mata..........
saat itu kutahu....... sorga adalah tempat yang paling layak untuk mu,... Papa...
Ya ALLAH Raja Semesta alam, ...... terimalah dia di sisiMu.....
Jadikan sukacita surgawi sebagai kegembiraan.. yang .....melekat pada tubuh, jiwa, dan rohnya. Amin.
Jakarta, 30 Oktober 2010
pk. 04:04 WIB
Rabu, 27 Oktober 2010
Sumpah Pemuda

hei... teman,...... hari ini tanggal 28 Oktober 2010....!
82 tahun yang lalu kaum muda Indonesia berikrar tentang sikap mereka terhadap bangsa dan negara Indonesia (yang..... saat itu..... belum merdeka.....?)
coba kita lihat para pendahulu kita (80 orang putra-putri bangsa Indonesia yang majemuk dari berbagai suku, bangsa, dan agama/kepercayaan)yang peduli dengan nasib Bumi Pertiwi (buka situs http://sumpahpemuda.org/)
hei teman,.... lagu Indonesia Raya sudah berkumandang 82 tahun yang lalu walau dalam alunan biola WR Soepratman yang hadir juga disana ...... rasanya... haru biru kalau membayangkan kondisi saat itu......?
aku menghayal...... (emang loe penghayal... ya? - ndak juga sih...., maksud gw mencoba menghadirkan diri di tanggal 28 Oktober 1928) di Jalan Kramat Raya No.106 (di rumah Ncek atau Babah.... Sie Kong Liong)... melihat 80 orang insan yang dengan niat dan semangat untuk bersatu memikirkan nasib bangsa dan negara ini (Indonesia.... Raya....?)ke depan.
Wah.... aku jadi merinding.....! (..../@ /@ /@ /# /^....).
Eh.... hari ini kan 28 tahun,..... maksud gw 82 tahun Soempah Pemoeda..... (jangan diplesetin ya.... emang siapa yang disumpahin...... - kalo loe "tetep" pleseti...n, yah... loe aja yang disumpahin......- wek...wek...wek..).
Apakah ada makna di balik angka 82/28, ..... gw rasa ada..... (tau kalo loe bilang ndak ada../...^&)
Gw pribadi melihat dan merasa bahwa 28/82 merupakan bentuk pencerminan, dari kondisi dahulu kepada kondisi sekarang....? (maksoed loe...).
Yah... dahulu..... (jadul.... ye?) ada semangat generasi muda yang peduli., sekarang.... kaum muda Indonesia sudah tidak peduli sama sekali tentang persatuan dan kesatuan bangsa ini....... Mau fakta...... (hah...... sak... gu....adang, saking banyak-nya gudang yang dibutuhkan untuk menyimpan faktanya).....!
so..... Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkram oleh kuku GARUDA...., itu sekarang maknanya apa.... ya....?
Apakah para "perusuh" yang menganggap dirinya berhak atas Tanah dan Air di negeri ini, mengerti makna BHINNEKA TUNGGAL IKA, atau mereka buta huruf, buta hati, dan buta sejarah ....!!!
ah.... gw tidak mau pesimis....., gw yakin, dan haqul yakin......
BHINNEKA TUNGGAL IKA masih dicengkram oleh Burung Garuda, yang di dadanya terpampang PERISAI dengan lambang PANCASILA.....
jadi..... kaum muda Indonesia,.... jangan lupakan sejarah.....!
bagi para pendahulu negeri ini, terima kasih atas jerih bakti Bapak/Ibu yang telah meletakkan pondasi yang akan terus terpatri di hati kaum muda negeri ini (semoga).
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA, ........ kaum muda, dan pemuda Indonesia..... , aku mencintaimu.
May GOD bless us
Jakarta Barat, 28 Oktober 2010 pk.04:53 WIB
Jumat, 22 Oktober 2010
Hadiah Satu Juta PoUndsterling
hai kawan, apakah engkau pernah ditipu........? oleh tukang TEPU...... yang mengirimi engkau e-mail yang mengatakan bahwa engkau mendapatkan transfer sebesar Poundsterling 1 juta?
huh.... dasar tukang "tepu".... maunya NIPu melulu..... >?%%#@>>u^^+
ceritanya begini teman.....?
tidak ada angin, tidak ada hujan, e-mail ku menerima tawaran untuk mendapatkan transfer dari "SETAN BELANG Bon+eng" sebesar 1.000.000 PouNdsterLing.
yah.... gw mah orang biasa susah,,... jadi kalo dikirimi uang bua.....n....ya....k.... begitu jadi risi juga. AH... LO bisa aja....?
ngonmong-ngomong..... kenapa gw jadi tulis tentang hadiah ya..... ?
YAH barangkali karena jaman lagi "sUsAh" jadi UaNg seakan-akan bisa meNyeleSaikan segalanYA... @)
tAPI tidak apa-apa kawan......., apabila engkau em-pet.... eh... maksud gw mendapatKAN e-mail yang menyatakan memberikan hadiAH.... senang-SENang aja ya....?
toh yang mengirimi e-mail juga lagi iseNG seperti gW yang lagi Be+E KArena harus melihat PenIPU bebas berKEliaraN di negeri ini ?
Lho... maksud loe.....?
maksudnya, ...... TUKANG TIPU mau DITIPU..... ? yah... udah KEtauan deh COkInya.... Ha....k...hA.....K....HA..... ueekkkkkkk
maaf ya, gw berasa mau munTAH...... karena kebanyakan dapat duit.
huh.... dasar tukang "tepu".... maunya NIPu melulu..... >?%%#@>>u^^+
ceritanya begini teman.....?
tidak ada angin, tidak ada hujan, e-mail ku menerima tawaran untuk mendapatkan transfer dari "SETAN BELANG Bon+eng" sebesar 1.000.000 PouNdsterLing.
yah.... gw mah orang biasa susah,,... jadi kalo dikirimi uang bua.....n....ya....k.... begitu jadi risi juga. AH... LO bisa aja....?
ngonmong-ngomong..... kenapa gw jadi tulis tentang hadiah ya..... ?
YAH barangkali karena jaman lagi "sUsAh" jadi UaNg seakan-akan bisa meNyeleSaikan segalanYA... @)
tAPI tidak apa-apa kawan......., apabila engkau em-pet.... eh... maksud gw mendapatKAN e-mail yang menyatakan memberikan hadiAH.... senang-SENang aja ya....?
toh yang mengirimi e-mail juga lagi iseNG seperti gW yang lagi Be+E KArena harus melihat PenIPU bebas berKEliaraN di negeri ini ?
Lho... maksud loe.....?
maksudnya, ...... TUKANG TIPU mau DITIPU..... ? yah... udah KEtauan deh COkInya.... Ha....k...hA.....K....HA..... ueekkkkkkk
maaf ya, gw berasa mau munTAH...... karena kebanyakan dapat duit.
Sabtu, 16 Oktober 2010
Tekken 6

Pa.... nanti beliin aku game PSP ya... itu loh... yang ada TEKKEN 6-nya....?
celoteh anakku via telpon saat Bapaknya sedang sibuk mencari tempat parkir di Glodok Plaza....?
Apakah dunia anak-anak ini hanya memikirkan game saja.....? huh.... aku kan lagi sendirian, bawa mobil untuk mencari tempat parkir juga belum tentu mudah....?
Ya.... nak,..... nanti Papa carikan ya sayang..... tutup dulu telponnya soalnya Papa lagi nyetir mobil, ...... yah....?
Kadang-kadang aku merasa jengkel dengan kerewelan anakku.... yang seakan tidak percaya bahwa Bapaknya akan mencarikan game yang sudah dipesannya saat aku akan berangkat ke Glodok dari pagi tadi..?
Tujuan utamaku ke Glodok, tepatnya ke Pinangsia bukan untuk mencari game, tetapi untuk mencari rangka besi guna dijadikan rak untuk gudang kecil kami...... agar barang-barang yang ada dapat diatur dengan lebih baik dan mudah ditemukan apabila dicari.
Toko yang mau kutuju pernah kutemukan 5 tahun yang lalu, namanya tidak akan kulupakan (walaupun nomor telponnya aku sudah lupa). nama tokonya GAMPANG INGAT.....! So pasti tidak akan lupa khan......? Aku mendapatkan harga yang bagus dan bahan yang kualitasnya sepadan dengan harganya di toko ini 5 tahun yang lalu. Lumayan untuk dapat menyelamatkan gudang kecil kami yang cukup berantakan bagi pasangan muda saat itu ?
Hei..., apa yang terjadi dengan rencanaku ke Toko GAMPANG INGAT.... kenapa aku malah melenceng ke toko-toko lainnya yang menawarkan audio visual player ? dasar mata keranjang ? tidak bisa diam melihat sound system..... eh.... buntut-buntutnya tidak jadi beli rangka besi, malah beli speaker ... <:(x?
Goblok..... (teriak hati kecilku?)... kamu tidak butuh speaker itu Ton ? kamu kan sudah punya speaker aktif untuk menemanimu bermain komputer ? Entah setan apa yang ada dalam kepalaku, (setan juga marah kali..... enak aja,,,. gw yang dijadikan kambing hitam..... lu aja yang kegatelan mau beli speaker ndak pake mikir panjang). Yah.... sudahlah.... speaker sudah di tangan, tetapi belum berani kupasang di rumah..... takut diomeli oleh Nyonya rumah...... (hiiiii serem...? :)) masih kusembunyikan di kotaknya..... (ha.... ha... ha..... ketauan chicken-nya.....?).
Eh... gimana game PSP-nya .... ada nggak ? maaf ya nak, tidak ada game PSP seperti yang kau mau, yang ada hanya DVD Bajakan, yang tidak dapat diputar pada Player mu...? nanti Papa coba carikan lagi ya......?
Ya..... Papa....., kan aku tidak dapat maen gamenya.....? nanti benar ya Pa.... carikan lagi.... ya...?
Dasar anak kecil....... maunya harus dituruti......, eh btw aku senang lho.... merasa dibutuhkan oleh anakku ..... (begitu ya....?)
Ya... iyalah...... kalo dia sudah bisa beli sendiri, lha... gw kan tidak ada yang perhatikan lagi.... tidak ada yang nelponin... saat lagi di jalanan menyetir....?
Thanks GOD for all happines that you give to us day by day.
Jak-17-Okt-10 pkl. 04:47
Sebastian Pinera, Presiden Pencuri Hati

Pemimpin Sejati.....
Sebastian Pinera, Presiden Pencuri Hati
hei kawan, aku hari Jum'at ijin tidak masuk kantor karena harus menemani tukang merapikan cerobong asap dapur di rumah yang sering menjadi bahan perdebatan dengan nyonya rumah, karena bau makanan naik ke lantai dua rumah kami....? dan menurut "orang rumah" ku ini,,,..... hal ini sangat mengganggu...! bagiku sendiri..... tidak ada masalah.....?
malah aneh jika masakan yang dimasak di dapur di bawah, baunya tidak nyampe ke atas ...?
berbulan-bulan hal ini menjadi perdebatan yang...... bikin aku jengkel.... hah....?
kau mau tahu kenapa teman......? karena bagi istriku,.... dapur itu adalah tempat ia melakukan eksperimennya yang paling..... dia sukai.....!
dan.... dia tidak suka bau masakan pergi ke mana-mana..... takut ketahuan sama tetangga kalo dia lagi memasak makanan yang baunya menggoda selera ....? (ha... ha... ha....)
Tetapi yang paling dia tidak suka adalah,..... saat aku meminta pembantu kami untuk memasakkan ikan goreng .....? baunya...... bagi istriku.... adalah sesuatu yang "sangat tidak enak" *&@%%#$# :(
lho..... apa hubungannya dengan Pemimpin Sejati....?
Sabar kawan.... aku juga baru mulai mengetik tulisan ini pkl. 03.45 WIB setelah seharian mengurusi rumah dan berlelah-lelah merapikan gudang kecil kami....?
Begini teman......,
membaca tulisan Joice Tauris Santi pada harian Kompas, Jumat, 15 Oktober 2010 halaman 16 (SOSOK), aku merasa melihat figur seorang pemimpin yang dibutuhkan di negara kita ini? Menurutku Pak SBY bagus dan baik, namun kan beliau hanya akan menjabat hingga tahun 2014 nanti ? so what next...?
Jujur saja, dari hati kecilku (..... hati besarnya.... belum berbicara), aku belum melihat figur tokoh yang ada saat ini yang punya "hati" untuk memakmurkan insan seBangsa dan seTanah Air.....?
Lho... kenapa emangnya.....?
Ya... iyalah..... masa ya.... iya.. dong....?
Saat aku masih sekolah di SMP Maria di Padang,.... aku sudah mendapatkan informasi dari Ibu Guru IPA-ku bahwa di negeri Minangkabau ini ada tersimpan bahan uranium dan plutonium (bahan untuk membuat nuklir). Bayangkan..... saat itu aku masih belasan tahun,..... sekarang aku sudah kepala empat..... (sudah ubanan). Lalu... kemana informasi ini bergerak,..... kemana kemakmuran negeri ini mengalir .....?
Siapa yang menikmatinya .....?
Hei..... kalian... coba dengar....... jerit hatiku.... (mungkin juga hatimu...?).
Itu semua adalah kekayaan alam yang dianugerahkan oleh SANG PENCIPTA kepada insan di Bumi Pertiwi ini untuk kesejahteraan anak cucunya...? bukan untuk sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok dan kepentingannya semata.... lalu menjualnya kepada pihak ASING.... dan menikmati lembaran DOLLAR di rekeningnya di Bank MIUn...?
PUAS......!
Maaf ya... aku agak emosional....., memang jika bicara tentang kemakmuran dan kesejahteraan sanak saudara di kampung halamanku...... aku terlalu bersemangat dan meledak-ledak....?
Tidak apalah.... memang temperamenku seperti itu (tapi masih dapat ku kendalikan)...... Asli dari sononya karena suka makanan yang pedas.... jadi tulisannya juga "rada pedas"......(ha...ha....ha...)
Hei teman.....,
yang kita butuhkan itu bukan pemimpin yang kaya.....?
bukan pula pemimpin yang pintar,..... punya gelar PROFESOR, DOKTOR, INSINYUR, MBA, MM, MSC dan eM bel eM bel.... Lainnya.....
Negeri ini membutuhkan seorang pemimpin yang punya "HATI" dan "telinga" yang mau MERASAKAN dan MENDENGARKAN keluhan penduduknya.....? Just it.....
Aku bermimpi dan menghayalkan,.....
seandainya ....... Miguel Juan Pinera Echenique (59 tahun), menjelma menjadi Syahruddin...... dan memimpin negeri ini untuk tahun 2014-2019.....
Wow...... Indonesiaku akan bangkit dari keterpurukan ..... ekonomi.... dan sosial......?
Lho.... kenapa namanya mesti Syahruddin.....?
Ada ceritanya juga.... teman......, tapi sebagai informasi awal bagi kalian. Saat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dibentuk, Prof. H. Drs. Syahruddin, MA adalah salah satu kandidat pengurus KPK (nomor 1 dari urutan bawah). Aku mengenal beliau dengan baik dari saat aku mulai menginjakkan kaki di bangku kuliah Universitas Andalas Padang saat Penataran P4 (masih... adakah Penataran P4 sekarang...?).
BTW.... Pak Prof sudah wafat tanggal 24 November 2009 yl dan dikebumikan di TPA Tunggul Hitam Padang,..... namun semangat dan keteladannya mengalir bagaikan sungai dan menyala terus bagaikan obor dalam hati kaum muda cendekia di Negeri Rumah Gadang.
So... teman.... semoga ALLAH mengirimkan kepada negeri kita, seorang Sebastian Pinera atau membangunkan seorang Syahruddin dari insan negeri ini untuk berani dan mau memikul beban.... bangsa dan negara ini......? Insya ALLAH.
Kebon Jeruk - 16 Oktober 2010 pk. 04:07 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)