Minggu, 19 Juni 2011

Kepolisian Indonesia, I love you

hei teman, apa khabarku ....?
lho kok bukan apa khabarmu .....??
ya....., kalo kalimat yang kedua khan sudah lazim, ....... :)

teman-teman gw mau cerita sedikit pengalaman tentang berinteraksi dengan kantor polisi di Jakarta. Mulai dari mengurus SIM (untuk roda 4 dan roda 2) hingga perpanjangan pajak kendaraan (untuk roda 4 dan roda 2).

Satu kebiasaan gw yang masih susah ditinggalkan hingga saat kemarin adalah mengurus sendiri hal-hal yang berkaitan dengan instansi pemerintah. Entah itu di level RT/RW atau ke Kantor Kepolisian.
Alasannya sederhana, karena gw mencintai lembaga yang gw kunjungi?........ ah... yang bener......?

Benar, teman.... Gw mencintai lembaga yang gw datangani, karena disana banyak interaksi yang berdampak sosial luas...... dan multiplier.

Gw mulai dengan pengurusan SIM (roda 4),....
Kalian tau kan (bagi yang pernah mengurus SIM tanpa menggunakan bantuan "calo") bahwa untuk proses mendapatkan SIM A/B pasti harus melalui tahapan ujian yang sebenarnya tidak susah-susah amat.....?
Satu bagian yang paling sering menjadi batu sandungan adalah ketika melakukan test mengemudi (yang notabene merupakan simulasi di komputer). Yah... mirip maen Play Station lah.... cuma agak lebih "keren" karena dilakukan di Kantor Polisi.

Pengalaman gw yang lucu adalah, bahwa score yang gw dapat selama proses tersebut (gw catat lho) dan gw rekam menggunakan smart phone....., BERBEDA dengan hasil cetakan yang muncul ketika "oknum" petugas yang saat itu berdinas memberikannya kepada gw.
Gw kaget banget.... karena hasil yang nilainya bagus, jadi jelek.
Secara teknis, nilai yang kita dapatkan tercantum langsung di layar, dan ambang batas kelulusan juga sudah ketahuan.
Ujung-ujungnya.....gw dinyatakan tidak lulus...... Thanks God?
Ternyata, setelah 5 tahun berlalu sejak gw memperpanjang SIM yang terdahulu, perubahannya masih lamban. Simulasi ini digunakan untuk menjatuhkan calon pembuat SIM.
Nggak percaya .....? Coba saja lu liat, mana ada kendaraan akan lewat tempat yang di kirinya ada hambatan (mencoba menghindar), trus di kanannya juga ada hambatan (harus segera pindah ke kiri). Dalam pikiran gw, cuma ada 2 kondisi untuk hal ini.
Pertama ujian ini untuk pembalap tingkat mahir yang harus segera zig zag ke kanan dan ke kiri untuk dapat menghindari hambatan tersebut, atau hanya orang gila yang mau lewat jalan yang sudah pasti di depannya ada hambatan yang tidak mungkin dilewati?

Emangnya roda mobil yang saat ini digunakan di Indonesia bisa bergeser ke kanan atau ke kiri tanpa harus maju ke depan ?
Gw iseng tanya pada petugas saat itu, "Siapa sih vendor yang membuat sistem ini?". Orang IT "gila" mana yang memanfaatkan teknologi untuk membodohi orang lain? Gw penarasaran banget....., tetapi tidak ada informasi ataupun jawaban.
Andaikan gw tahu.....!

Btw,.... gw sangat peduli dengan pelayanan umum dan lembaga yang menjadi harapan masyarakat untuk menjadi contoh kemajuan dalam pelayanan umum dimaksud. Terutama Kepolisian, karena gw merasa bahwa gw bagian dari Keluarga Besar Kepolisian...... ehm... (bokap gw juga pensiunan Polisi).

Masih banyak hal yang ingin gw ceritakan, tetapi berhubung harus siap-siap berangkat kerja, gw sudahi dulu sampai disini (nanti disambung lagi).

Khususnya bagi Bapak/Ibu Polisi, janganlah melihat diriku sebagai sebuah ancaman....., kita masih satu keluarga. Aku mencintai Kepolisan, dan berharap banyak pada kalian.
Tetap semangat dalam bekerja......, walau perubahan datang di tempat kerja....!
May GOD bless you all.

Hormatku untuk kalian Bapak/Ibu Polisi.
Jakarta, 20 Juni 2011 - Anton Reavalco

Kamis, 26 Mei 2011

Bandrek Lada Hitam


Hai teman-teman, kalo loe lagi tugas malam di ruang terbuka kan dingin tuh... Apabila loe pada membutuhkan sesuatu yang dapat menghangatkan badan..... Ini dia solusi murah meriah dan sehat.... Bandrek... Minuman tradisional dari Jawa Barat yang telah diracik secara higienis dengan nama Bandrek Lada Hitam.... Karena menggunakan lada hitam sebagai bahan utama menggantikan jahe.....


Gw mau sharing informasi yang mungkin berguna bagi teman-teman yang membaca blog ini.
Alam Indonesia sejak jaman dulu sudah terkenal menghasilkan bahan-bahan alami yang dapat memberikan rasa hangat bagi penggunanya. Salah satu produk tradisional yang biasanya cukup repot dalam penyajiaannya sekarang telah dibuat dalam bentuk instant. Produk ini diberi label Latam, yang merupakan singkatan Bandrek Lada Hitam.

Bandrek adalah minuman tradisional Sunda yang benar-benar membuat badan menjadi hangat dan sehat serta rasanya sedap. Diracik menggunakan Lada Hitam, Kayu Manis, Cabe Jawa, Cengkeh dan Gula Aren (tidak menggunakan Gula Pasir dan Jahe).

Manfaat masing-masing bahan racikan ini adalah sebagai berikut:
Gula Aren, berguna bagi penderita demam, sakit perut, sulit buang air besar. Berbeda dengan gula pasir (yang sangat mudah membanjiri darah sehingga gula darah meningkat cepat), gula aren diserap oleh tubuh secara sedikit demi sedikit sehingga masuknya ke dalam darah tidak secepat gula pasir.

Lada Hitam, merupakan kandungan yang penting untuk menghangatkan badan serta melancarkan aliran darah. Sangat disarankan bagi yang terkena disentri, nyeri haid, rematik (nyeri otot), salesma dan sakit kepala.

Kayu manis, sengaja ditambahkan untuk menambah aroma minuman ini sehingga lebih harum, sedap serta lebih menghangatkan.

Cabe jawa, berguna bagi penderita muntah-muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sakit keepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir dan lemah syahwat.

Cengkeh ditambahkan untuk menambah aroma dan lebih menghangatkan tubuh.

Produk ini terdaftar pada DEPKES RI-P-IRT No.312327201115 serta telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dengan nomor MUI-JB 01121024160607


Senin, 11 April 2011

Pantai Air Manis


teman, apabila engkau berkunjung ke kota Padang dan melangkahkan kaki ke sisi Timur kota, maka dirimu akan dapat menemukan tempat yang namanya tidak sama dengan kenyataannya.....
bingung.....? maksud gw begini.... di sisi Timur kota Padang ada pantai yang bernama Pantai Air Manis. Namanya pantai air manis, tetapi rasa airnya asin.....?

Pantai ini menjadi terkenal karena disana ada batu Malin Kundang. Itu loh... yang dalam hikayatnya bercerita tentang anak durhaka yang dikutuk oleh Ibunya sehingga ia berubah menjadi batu. Namun di samping batu itu, ada Pulau Pisang Kecil yang menarik untuk dikunjungi. Pulau dimaksud dapat didatangi dengan berjalan kaki (ketika air sedang mengalami pasang surut).

Apabila loe termasuk orang yang malas berjalan jauh, maka untuk dapat mencapai pantai air manis ini dapat dilakukan dengan menaiki kendaraan umum roda empat. Lumayan.... karena langsung bisa parkir di pinggir pantai.

Wah...., melihat kondisi pantai dan rindangnya pepohonan yang ada disana maka dapat dibayangkan asyiknya berekreasi di tempat ini.
Jaraknya relatif dekat dari pusat kota, kira-kira 10 km saja.

Senin, 21 Maret 2011

Kursi Pijat Advance Type I-chiro Fit


hai teman, lama juga gw tidak menulis di blog ini..... :(
bukan karena gw kehabisan ide, tetapi karena koneksi modem yang gw gunakan mulai memperlihatkan performa yang menurun.
Saat gw coba klarifikasi dengan providernya (di Jalan Sabang), disana tidak ditemukan masalah....., tetapi kalo dibawa pulang ke rumah.... wah... jadi bete untuk maen di layar komputer.
Koneksinya tiap sebentar putus, walaupun sinyalnya full, .... eh..sebentar lagi x, seakan-akan drop dengan tiba-tiba.
menurut Customer Service di Jalan Sabang, disebutkan bahwa kemungkinan bahwa penyebabnya adalah karena ada pemancar dari vendor lain yang sinyalnya lebih kuat sehingga gelombang yang selama ini bagus jadi terkalahkan......
Sepertinya gw musti ganti provider telco lagi nih,.... agar bisa maen internet dengan lebih leluasa.

Oke....deh,... gw sudahi dulu pembelaan dan alasan....,
gw mau cerita tentang Kursi Pijat.....
Mungkin ada di antara kalian yang senang dipijat...., sekedar untuk menghilangkan lelah atau untuk menghilangkan pegal karena keseleo atau terkilir.
Yang gw mau ceritakan ini adalah pijat dengan Kursi Pijat...., artinya.. selama listrik dari PLN masih mengalir dengan lancar, maka tukang pijit otomatis ini akan siap melayani pemakainya 24 jam sehari. Wah.... asyik dong.....

Singkat cerita di kantor tempat gw bekerja ada Kursi Pijat yang disediakan untuk pegawai di Unit Kerja kami. Tujuannya agar bagi yang merasa pegal dan lelah karena ototnya terasa kaku, dapat menyegarkan diri dengan Kursi pijat tadi.

Kursi Pijat yang kami pakai mereknya adalah ADVANCE type Ichiro Fit. Menurut pendapatku kursi ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pemakainya dalam kondisi di atas. Selain fungsi pijat yang disajikan oleh mesin ini, ada juga sensasi karena gelembung udara yang melengkapi kursi dimaksud. Ketika teman-teman yang wanita menggunakan kursi ini, wah .... mereka pada "ribut" karena ada sensasi yang membuat mereka merasa "kaget tetapi senang". Ha...ha...ha...., bisa aja nih ibu-ibu.

Setelah mencoba dan menikmati kursi pijat ini, gw sepakat dengan Customer Service yang menjual Kursi Pijat dimaksud yang menyatakan bahwa apabila kursi ini digunakan selama 20 menit, maka akan merasakan dampak yang diinginkan namun apabila lebih dari 20 menit, maka dampaknya tidak lagi optimal.

Namun ada satu hal yang menurutku perlu diperhatikan.
Apabila gw membeli kursi pijat untuk sekedar menikmati rasa pijatan kapanpun gw mau, berarti gw menutup peluang tukang pijat tradisional untuk mendapatkan penghasilan dari jasanya memberikan pijat. Biasanya kalo gw panggil tukang pijat ke rumah, untuk durasi pemijatan 90 menit, beliau akan mendapatkan penghasilan Rp 50 rb. Jadi apabila gw beli kursi pijat seharga Rp 16 juta, berati gw bisa memanggil tukang pijat 320 kali. BTW apabila dampak multiplier terhadap penghasilan dari tukang pijat yang dijadikan pertimbangan, maka memiliki kursi pijat sendiri sepertinya bukan suatu prioritas. Itu menurut gw, terserah bagi teman-teman kalo memiliki pendapat yang berbeda.

Rabu, 02 Februari 2011

Ketika kubertanya pada Tuhan

Dalam perjalanan menyusur hari aku bertanya pada Tuhan,....
Mengapa Engkau menciptakan matahari?
Tiada jawab kudapat.....
Ketika kutemui hujan.....
Kembali kubertanya....., mengapa Engkau menciptakan hujan.....
Tiada jawab kuperoleh.....
Ketika malam menjelang dan hatiku berkata..... Matahari dan hujan hanya tanda kekuasaan dan kebesaranNya, apakah dirimu menyadarinya?
Nalarku kembali bertanya kepada Tuhan......., mengapa Engkau menciptakanku......?
bisikan lembut di hatiku berkata, karena IA ingin engkau menceritakan kasihNya pada manusia.........
Published with Blogger-droid v1.6.5

Sabtu, 29 Januari 2011

Majapahit dan Buah Maja


Teman......., ketika masih SMP dulu, aku ingat pada pelajaran sejarah diceritakan tentang kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya atau lebih dikenal dengan nama Kertajasa Jayawardhana.
Jika menyebut kerajaan Majapahit maka yang muncul otomatis dalam kepalaku adalah Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa-nya.
Salah satu hal menarik yang diceritakan dari pelajaran sejarah tentang kerajaan Majapahit adalah nama Majapahit sendiri berasal dari nama buah yaitu Maja yang berasa pahit ketika dimakan oleh pasukan Raden Wijaya.

Nah...., setelah sekian lama lupa kisah tentang buah maja yang ternyata berasa pahit itu, aku mendapatkan jawabannya di Cikampek.
Aku bisa mengerti kenapa terjadi kekecewaan pada pasukan Raden Wijaya terhadap buah maja ini. Ceritanya ketika aku sedang melakukan dinas ke daerah Cikampek, di Kota Bukit Indah Plaza Hotel (lokasinya berada di pinggir tol Jakarta Cikampek), di halaman hotel kutemukan pohon maja yang sedang berbuah.
Memang sekilas buah ini terlihat menggoda orang yang berada di dekatnya. Bentuknya mirip melon dan warnanya hijau segar. Ukurannya relatif sama dengan buah melon dan kulitnya terlihat licin.

Wah... ternyata buah ini tidak dapat dimakan. Sayang...sayang... sayang... (seperti Ipin saja).
Namun demikian aku bisa merasakan kekecewaan orang yang mengharapkan sesuatu yang dapat menghilangkan dahaga menjadi kecewa karena buah yang ditemui tidak berasa manis seperti tampilan buahnya.
Ah..... buah maja, engkau memang menggoda selera tetapi .... @&*?/

Rabu, 12 Januari 2011

Pantai Carolina


hei kawan....., kalian pernah membayangkan bermain di pantai tanpa banyak pengunjung yang lainnya,.... seakan-akan pantai milik pribadi ....?
nah,... aku mengalaminya ketika kami sekeluarga pergi ke Pantai Carolina (berada +/- 20 km dari pusat kota Padang ke arah Selatan). Biasanya orang-orang mengatakan ke Pantai Bungus...., namun ada tempat wisata yang diberi nama Pantai Carolina. Dulu sewaktu bintang film Meriam Belina masih muda (dan ngetop), beliau sempat maen ke pantai ini dan difoto oleh temanku. memang cantik mbak Meriam Belina di foto itu (maklum wajahnya ada kesan darah indo campuran begitu..)

kenapa pantainya bisa sepi...., yach karena kami maen ke sana pada hari kerja (tanggal 22 Desember 2010) dan waktunya juga sudah sore (+/- pk. 15.30), jadi kami menikmati pantai yang bersih dan nyaman.
kerinduan untuk bertemu pantai ini sudah lama kupendam, bahkan sering kuputar ulang dalam angan ketika akan tidur diwaktu malam.
kenapa......? karena di tidak jauh pantai ini ada pelabuhan (kami menyebutnya Labuan Tarok).... tempat orang melelang ikan, dan ada dermaganya juga...... Waktu aku masih kecil,.... bersama abangku.... kami berdua memancing di dermaga ini... hingga sore (umpan sudah habis.....).
karena airnya jernih,..... dan di pinggir laut...., jadi kami dapat melihat ikan yang akan memakan umpan yang ada di pancing..... bahkan ada ikan yang mulutnya lebar (kami menyebutnya ikan pisang pisang, yang suka makan umpanku....) ukuran ikan ini relatif kecil, tetapi sudah memberikan kepuasan yang cukup bagi amatir yang ingin merasakan nikmatnya memancing....?

eh... aku jadi melebar ya..., sebenarnya aku ingin bercerita tentang Pantai Carolina.
saat kami sekeluarga ada di pinggiran pantai, datanglah seorang Bapak yang menawarkan jasa untuk melancong ke pulau pasir (+/- 15 menit perjalanan dari pantai)dan hanya perlu merogoh kocek untuk mengeluarkan uang Rp 100 rb, maka kami sudah dapat menginjakkan kaki di pulau kecil yang pasirnya putih (begitu tawaran beliau).
bagiku pribadi, bermain di pasir yang putih sudah sering kulakukan sewaktu kecil...., dan hal ini kutawarkan kepada anak-anak untuk memutuskan apakah mereka mau menerima tawaran di Bapak tadi. Karena dua bocah cilik ini sedang menikmati bermain pasir (walaupun tidak putih, tetapi juga bersih...) mereka merasa tidak tertarik sama sekali. mereka sibuk membangun benteng pasir beserta kolamnya untuk menghadang air laut yang akan menimbus tumpukan tanah yang mereka gali.

yah..., mereka sedang menikmati dunia bermain air laut dan pasir, tanpa ditegur dan tanpa ada gangguan dari orang lain..... (senang... senang.... senang)... aku tidak mau memaksakan kehendak kepada anak-anak, dengan berusaha sesopan mungkin, kutolak tawaran si Bapak. mungkin beliau kecewa, tapi aku tidak ada maksud untuk mengecewakannya....., aku hanya ingin menyenangkan keluargaku selama liburan ini.

di pinggir pantai, ada penjual kelapa yang menawarkan 1 butir kelapa muda seharga Rp 10 ribu. menurutku harga ini terlalu mahal (maklum di pantai Anyer-Banten, aku biasanya membeli kelapa seharga Rp 5 ribu) karena pohon kelapanya tumbuh di pinggir pantai itu, tinggal dipetik saja. bukannya pelit tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli kelapa, tetapi cara penjualnya menawarkan kelapa dagangannya kurang simpatik, sehingga aku memutuskan tidak membeli (walaupun ada keinginan untuk membantu pedagang kecil seperti ini).

eh teman,.... jika kalian ingin melihat pantai-pantai yang indah dan bersih, mainlah ke Sumatera Barat,.... dari Labuhan Tarok tadi kalian bisa pergi ke pulau-pulau kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh dari daratan. kalian bisa menikmati keindahan alam Sumatera Barat. Ada juga cottage di pulau-pulau itu.

secara natural, aku berani mengatakan bahwa pantai di Sumatera Barat sangat indah :), namun mungkin karena faktor budaya di sini berbeda dengan budaya di Bali, maka pantai di Sumatera Barat ini kurang digemari turis seperti di Bali.

aku sempat berkhayal...., jika sudah pensiun nanti, aku ingin menjadi guru/dosen yang mengajar di kampung halamanku ini. gaji bukan tujuan utama, tapi aku ingin insan di nagari Rumah Gadang ini dapat pengetahuan tanpa harus membayar mahal. selama cukup buat sandang dan pangan serta papan,..... kurasa cukuplah.
ah.... ini hanya angan-angan,..... kenyataannya kebutuhan hidup dari hari ke hari memaksa diriku untuk berpikir mencari kesempatan untuk dapat menghasilkan uang dari setiap peluang usaha yang muncul di depan mata.(mudah dalam teori, susah dalam prakteknya......) semoga angan-anganku ini dapat menjadi kenyataan. Insya Allah