Rabu, 12 Januari 2011

Indahnya Danau Maninjau di Sumatera Barat


teman...., memenuhi janjiku yang lalu..... sekarang aku akan bercerita tentang keindahan alam negeri Minangkabau. Kumulai dari sebuah danau yang bernama Danau Maninjau.
Tanggal 23 Desember 2010, aku dan keluarga beserta Ibu mertua berangkat menuju Danau Maninjau melalui jalan Lubuk Basung. alasan aku mengambil jalur ini (bukan jalur Padang Bukittinggi) adalah karena jalur ini akan melalui kota Pariaman, yang ujungnya akan tiba di bagian ujung Danau Maninjau. ada kenangan masa kecil ketika aku berdua dengan abangku dulu menikmati nasi bungkus yang dibawa dari kota Padang di bagian ujung danau ini (kami berdua menggunakan sepeda motor ke sini). Rasanya..... nikmat sekali memakan ikan bakar dengan cabe merah lebar yang biasanya menjadi pasangan dendeng balado (masih mengalir air liurku mengingat makanan ini...).

kenangan indah dan nikmatnya makan (karena sudah lapar ya...?) masih terasa ketika kami mendekati pinggiran danau. Anak-anak sudah tidak sabar untuk bermain air (wah... mereka tidak tau ya... air danau ini kan dingin..... brrrrr).
ada kenangan lain yang kuceritakan kepada anak-anak dan istriku, yaitu ketika masih menjadi mahasiswa, aku menjalani Kuliah Kerja Nyata di bukit di atas Danau Maninjau ini. eh...ada hal lain yang baru ku ketahui saat tiba di danau ini. ternyata.. dua jagoanku tidak bisa memanjat pohon yang relatif rendah....? (karena biasa hidup di kota Jakarta tidak bertemu pohon untuk dipanjat, jadi mereka takut untuk naik ke atas pohon..... olala....?)

kalian mau tau apa yang menjadi bagian khas dari kunjungan ke Danau Maninjau ini? apabila kita datang dari arah Bukittinggi ke Danau Maninjau, maka pasti melalui tikungan yang jumlahnya ada 44 (empat puluh empat ..... banyak khan). Yah... ini kelokan yang dikenal dengan nama Kelok Ampek Puluah Ampek (Kelok 44).

eh.. ada cerita lucunya....., khan istri dan mertuaku dari negeri Sriwijaya, jadi disaat melewati kelok 44 mereka merasa bahwa kelokan ini akan sangat lama.....? maklum saja, mulai hitungan kan selalu dari 1 (karena kami berada di bawah...). anak-anak sebaliknya merasa senang, karena di setiap kelokan yang dekat dengan bukit, terlihat banyak monyet yang bebas bermain hingga ke pinggir jalan.

keindahan alam ini sempat kuabadikan dengan kamera, walaupun saat kami tiba di puncak sudah mendekati pk. 18.00 (di Sumatera Barat, langit masih terang ketika pk. 18.00 karena menghadap ke arah Barat...). Pantulan cahaya matahari di awan-awan langit senja, serta bentuk danau yang tenang teduh.... memberikan nuansa tersendiri. Aku seakan-akan menjadi pemburu foto, dengan berbekal EOS 500D, kusisir pinggir puncak bukit untuk dapat mengambil gambar-gambar yang menurutku indah.

Bagi kalian yang berminat untuk melakukan perjalanan wisata ke Danau Maninjau dan ingin berburu foto saat senja, ada lokasi hotel di Puncak Kelok 44 yang dapat digunakan untuk istirahat. Disamping itu di dekat danau juga banyak penginapan.

Hal yang berkesan ketika aku meninggalkan pinggiran danau ini adalah, penduduk setempat yang masih sangat bersahabat dan ramah dengan tamu-tamu yang datang.

Jumat, 31 Desember 2010

Tulisan Penutup Tahun 2010


hei... teman......, sudah lama rasanya aku tidak menyentuh keyboard untuk menuliskan cerita tentang perjalanan yang sudah kulalui sejak terakhir kali bertemu dengan Kang Yusuf di Surabaya tanggal 15 Desember 2010 yang lalu.

terus terang saja,... sebagai manusia biasa... (yang terdiri dari fisik dan mental)...sejak persiapan acara di Surabaya hingga acara tersebut berlangsung, energiku banyak terkuras...... (ya...iyalah...., kan mesti memikirkan dan mengeksekusi hal-hal yang menjadi tanggung jawabku dengan seoptimal mungkin).
namun bagaimanapun juga,.... kelelahan ini terobati dengan hasil yang diapresiasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan merasa didukung dengan adanya kami dalam kegiatan di Surabaya itu (terima kasih.... kepada Kementerian Koordinator Ekonomi).

nah.... ceritanya dimulai disini...... (ceng...ceng...ceng ....)
setelah melewati titik klimaks, maka gw teringat akan janji kepada buah hatiku dan pendampingku...., bahwa kami akan bersama-sama menikmati hari-hari tanpa ada pembicaraan tentang pekerjaan, dan seluruh waktu dan diriku untuk keluargaku.....:)
singkat cerita.... aku akan mengambil cuti, yang telah kurencanakan 4 bulan sebelumnya....., dengan tujuan.... ke kampuang den nan jauah di mato.....

karena anak-anak sudah cukup besar untuk mengerti akan hal-hal yang akan kami temui selama di kota Padang,..... aku merasa yakin untuk menceritakan hal-hal yang sangat berarti bagiku.... kepada buah hatiku ini.... :)
aku telah merencanakan, hari-hari yang akan kami lewati dengan mengunjungi tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah, bagi Bapaknya yang dibesarkan dan mengenyam pendidikan dengan kultur Minangkabau ++

yah..., mereka pada dasarnya senang.....
5 hari yang kuhabiskan bersama keluargaku tercinta memberikan energi baru bagiku....
(seperti baterai yang baru diisi ulang),.....
walaupun kulitku menjadi sedikit lebih gelap (back to basic),... namun hatiku merasa semakin bersinar...., karena melihat dan merasakan kembali kenangan-kenangan yang membangkitkan emosi positif......

banyak ide bermunculan di kepalaku,..... thanks GOD....
aku tinggal meluangkan waktu untuk duduk di depan komputer untuk menuliskannya serta menyisipkan gambar-gambar indah yang sempat tertangkap dengan kamera Canon EOS 500D-ku (...ceritanya gw sudah mulai pake EOS). memang beda gambar yang didapatkan menggunakan kamera yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan yang standar.... (ada rupa... ada harga...ya?)

eh... teman, maaf ya... aku belum dapat menulis tuntas malam ini (sebagai tulisan penutup tahun 2010), karena sudah 3x anakku bolak balik menanyakan Bapaknya kapan selesai main komputer? karena ia ingin ditemani tidur....., diberi perhatian dan usapan yang membuat dirinya merasa dicintai oleh Bapaknya..... :)

btw tahun 2010 banyak meninggalkan makna yang mendalam bagiku tentang pertemanan, kesetiaan, pilihan, keputusan, dan tanggung jawab, serta sedikit kekecewaan.
bagaimanapun juga ... bagiku lebih baik memilih bersikap positif terhadap apapun masalah yang kuhadapi..., daripada menyesali keputusan yang telah terjadi.

kepada pihak-pihak yang merasa tertohok dengan statementku di atas, aku mohon maaf.
tidak ada niat untuk menyakiti atau mengkhianati pertemanan yang sudah terjalin, tetapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupanku, kupercaya itu adalah rencana ALLAH yang telah dipersiapkan untukku.

kupercaya,..... IA menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. amin.

semoga tahun 2011 membawa kesejahteraan bagi bangsa dan negaraku, terutama bagi saudara/i yang sedang mencoba berjuang di negeri orang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. may GOD bless you all. happy new year


Jakarta, 31 Desember 2010 pk. 11.01 WIB.

Kamis, 16 Desember 2010

Jaket Kulit buatan TKI dipakai Bapak Presiden

hai..... teman,.... khususnya engkau "Pahlawan Devisa"......,
aku punya cerita gembira....., atau mungkin berita luar biasa buat kalian semua.....?

masih ingat ceritaku pada tanggal 30 September 2010 yang berjudul Kapan ya...?
ternyata jawabannya tidak terlalu lama.....,
tanggal 15 Desember 2010, di Surabaya....., tepatnya di Gedung Grahadi (gedung pertemuan pemerintah Jawa Timur),
aku menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri (juga oleh beberapa pasang mata pejabat tinggi negara...RI), bahwa jaket kulit buatan TKI Purna (dibuat oleh Bapak Yusuf Sopian - TKI asal Garut) berkenan dipakai oleh orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden yang kucintai (.... atau yang kita cintai...?) Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

wah....., hebring mah si Akang.....,
jauh-jauh datang ke Surabaya menghadiri acara peluncuran Kredit Usaha Rakyat untuk Tenaga Kerja Indonesia (KUR TKI)pada tanggal 15 Desember 2010, berbuah suatu pengalaman manis dan membekas....
jaket kulit buatan Pak Yusuf,.... berkenan dipakai oleh Bapak Presiden Republik Indonesia.

mau tau cerita lengkapnya ......?
begini.... ya saudara dan saudariku ... para "Pahlawan Devisa"..... :)
gw kan bertemu Pak Yusuf pada bulan September 2010 yang lalu di Bogor...., dalam acara temu ramah-tamah dengan para TKI yang telah kembali ke Indonesia dan menetapkan hati dan langkahnya untuk berkarya di kampung halamannya guna membuka lapangan kerja bagi saudara-saudari sekampung.

eh... si Pak Yusuf,.... (gw lebih suka menyebut beliau dengan sebutan Kang Yusuf) emang orangnya ramah.... dan pintar (memang kan TKI juga banyak yang pintar...)
setelah gw mencoba mencari tahu tentang latar belakang serta pengalaman beliau selama bekerja di luar negeri (di Jepang), maka gw merasa bahwa "nih orang" seharusnya bukan hanya jadi pengusaha kecil..... tapi bisa menjadi pengusaha besar yang mempekerjakan lebih banyak orang lain.

syukur kepada ALLAH, bahwa ada kesempatan untuk memperlihatkan kepada Bapak Presiden yang berkenan menghadiri acara peluncuran KUR TKI pada tanggal 15 Desember 2010 yang lalu.
wah.... gw jadi terharu nih.... (rasanya gimana gitu...dada ini sesak oleh kegembiraan yang sulit diucapkan dengan kata-kata - lu taukan maksud gw...?)
di "booth" atau lebih mudahnya gw sebut "stan" yang dibuka oleh Bank Mandiri (itu loh.... bank terbesar di Indonesia yang logonya menggunakan warna kuning emas berbentuk pita dengan bentuk tulisan m dan di bawahnya ada tulisan mandiri tetapi tidak ada titiknya)Kang Yusuf menampilkan barang-barang yang selama ini dia produksi dan jual bersama-sama teman-teman dari Garut.

eh..., gw ndak tau... Kang Yusuf punya ide dari mana......?
beliau telah mempersiapkan sebuah jaket yang ukurannya paling besar (menurut standar yang dia buat) untuk Bapak Presiden.
nah..., ini dia .... ketika Pak Presiden mampir melihat produk-produk yang dipajang di stan Bank Mandiri, beliau berdialog dengan Kang Yusuf...., dan....
(ceng..ceng...ceng......!) Kang Yusuf berhasil memenangkan hati Pak Presiden..... :)

Bapak Presiden yang saya hormati,.......
ini saya Yusuf... mantan TKI (TKI Purna)... dulunya bekerja di Jepang.....,
sekarang saya membuat produk-produk yang berbahan kulit..., antara lain jaket yang Bapak lihat ini......
mohon Bapak berkenan mencoba hasil karya TKI yang telah kembali ke tanah air ini untuk berkarya di kampung........

wah....., ini dia moment yang bikin gw terharu... (oh my GOD, you are so good)
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono berkenan memakai jaket tersebut..., dan ukurannya pas banget...... (hebring....mah si Akang,... kok bisa menduga ukuran Pak SBY ya....?)
wow..... si Akang gembira sekali boleh diperkenankan menjadikan jaket itu sebagai cendera mata untuk RI-1. (RI-1 gitu loh........)

nah..., teman-teman... para "Pahlawan Devisa".... kalian boleh senang bekerja di Negeri Orang,.... dan harus senang.... agar energi positifnya dapat membuat kinerja kalian semakin baik dari hari ke hari..... :)
tapi jangan lupa dan terlena...... (bangun... coy...!)
kalian dapatkan ilmu dan keterampilan...... (ukir... itu di dalam pikiran dan hatimu)
bawa pulang.... ke Indonesia (negeri yang telah membesarkan kalian)....,
bawa pulang dan bagikan kepada saudara dan saudarimu di kampung halaman, di desa yang kau rindukan......... (gw senang loh kalo lagi jalan-jalan ke desa....., adem gitu.... dan jauh dari stress)

kalian layak menjadi pengusaha.....
seperti Kang Yusuf...., bukan hanya sekedar menjadi pegawai.....
memang tidak mudah pastinya.....
tetapi selalu ada langkah awal.... untuk memulai sesuatu yang baru kan.....

Keberhasilan Kang Yusuf membuat jaket yang dipakai oleh orang nomor satu di Indonesia juga berawal dari sebuah langkah yang tidak mudah.....
tetapi...... dia bisa......

kenapa.....? karena dia yakin... dan dia percaya bahwa Allah memberikan berkatNya.
so.... kamu... juga bisa teman..... :)
ayo.... buktikan..... kamu bisa !!!

Jakarta, 17 Desember 2010 pk. 04:33

Senin, 06 Desember 2010

Papa Syahruddin - In Memoriam


sebuah kenangan indah yang muncul dari orang-orang terkasih.......,
tak mampu menepis....... kesedihan yang ikut bersama...., ketika mereka pergi....,
selamanya....., untuk menghadap Sang Pencipta....
sebuah alur kehidupan....., kelahiran......., kematian,....... kekekalan....
kembali ke rumah abadi..... di sorga.... kekal... selamanya ....
bersama SANG PENCIPTA Semesta

dalam rindunya hati tuk bertemu muka.......,
dalam sedihnya hati.... merasa kehilangan......, karena ditinggalkan......,
dalam senyapnya malam........, ketika sujud di hadapan tahta SANG KHALIK...,
ku coba menyapamu Papa,..... kucoba bercerita kepadamu....
seperti yang pernah kulakukan dahulu,......
kehidupan berjalan, seperti sungai.... yang terus mengalir.... dari hari ke hari.....,
terkadang.... hatiku terluka,.... oleh kenangan.... yang muncul di depan mata.....,
saat kuingat pesanmu......, lakukanlah yang terbaik bagi dirimu sendiri, bagi anak-anak yang Tuhan titipkan pada kalian, ......,
bagi keluarga..... kita,...... bagi masyarakat di sekitarmu nak....,
bagi bangsa dan negaramu,...... sejauh kau mampu.....?

ingin rasanya,... ku lari ke pelukanmu...... Papa....,
melepaskan beban berat yang menggayut di hatiku......, dan di jiwaku.....,
menceritakan semua kepahitan yang kulihat di sekitarku........,
pesanmu kucoba jaga,...... tapi terkadang..... terasa berat tuk kupikul......,
namun.... aku tetap akan menjaganya... Papa...,
aku tak akan mengecewakan harapanmu.,..... yang kau titipkan pada hatiku....,
bersama semangatmu.... yang terus berpendar di hatiku.... akan kujaga sekuat tenagaku..., hingga....., aku kembali berkumpul bersamamu di "rumah masa depan".

Papa,...... adinda membuatkan untaian kata ......
disaat engkau sedang mendekati tahta Sang Pencipta............, (24 November 2009)
dalam guratan pena.... yang bercampur air mata,.... mereka mencoba bercerita......,
tentang kasihmu kepada mereka......, yang nyata dalam teladan yang indah.....
tentang kasih mereka kepada engkau....., walau terkadang mereka mengecewakanmu..., seperti diriku yang juga.... secara tak sengaja,.... mengecewakanmu...,
maafkan aku Papa......?

Papa, inilah ungkapan cinta anak-anakmu...., semoga engkau berkenan mendengar isi hati kami yang mengasihimu.......

Padang, 24 November 2009, 05.10 WIB

Papa tersayang…
Saat takdir tiba,
Saat Allah sudah berkehendak,
Tiba saatnya Papa yang sangat kami cintai pergi menghadap Ilahi
Kami menangis, batin kami menjerit, walaupun Papa meninggalkan kami
dengan wajah teduh, senyum ikhlas dan tulus….

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim
Ampuni kami…
Begitu singkat rasanya Papa berkumpul bersama kami
Kami kehilangan…
Masih banyak yang belum kami perbuat untuk Papa
Masih banyak kata yang tidak sempat terucap

Papa yang sepanjang hidup selalu memberikan yang terbaik buat kami,
Papa yang selama ini menjadi tempat untuk kami mengadu,
Papa yang menanamkan cinta kasih, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab
dan kerja keras,
Papa yang tidak banyak bicara dalam mendidik kami,
namun tindakan Papa membuat kami paham
bahwa begitulah seharusnya kami menjalani kehidupan ini

Kami bangga menjadi anak-anak Papa…
Papa adalah panutan kami
Kami janji akan selalu menjaga nama baik Papa,
Menjaga kasih sayang dan keutuhan keluarga,
dan menjaga serta merawat Mama

Tunai sudah kewajiban Papa terhadap keluarga
Selamat jalan Pa…
Kami ikhlas melepas Papa
Doa akan selalu kami panjatkan

Ya Allah, ampunilah dosa Papa,
Terimalah amal ibadah Papa
Berikan tempat terbaik di sisi-Mu
Bukakan pintu surga buat Papa
Sampai saatnya tiba, untuk kami berkumpul bersama lagi

Amiin Ya Rabbal Alamin…

Papa.... itulah, isi hati anak-anakmu.... yang mencintai engkau.
Jakarta, 7 Desember 2010 (04:47 WIB)

Kamis, 18 November 2010

Temanku Yoshida

hei kawan,.... aku punya cerita....,
cerita usang..... yang kadang kala masih muncul dalam sanubariku..., tentang seorang temanku.... saat masih kecil... ketika kami masih duduk di kelas 3 SMP Maria Padang.....?

ia seorang anak polisi......, namanya Yoshida...., entah dimana kini temanku ini berada.....?
ah... Yoshida..., nama yang berbau Jepang... ya....? jika ditanyakan kepada Yoshida,.... dia akan mengatakan bahwa ayahnya memberikan nama tersebut untuknya karena ada suatu kenangan indah dan manis.... bagi beliau sehingga dijadikan nama untuk putrinya...., yang pintar.... yah... menurutku dia pintar,... karena rangking di kelas selalu di atasku.....?

Hei... kemana lari ceritanya......? sabar dulu kawan........,
yang membuatku ingat, .... dan akan selalu mengingat Yoshida adalah ketika kami disuruh oleh Bu Guru untuk menyanyi di depan kelas.... yah... biasalah pada pelajaran Kesenian...., maka setiap siswa/i harus melantunkan lagu untuk menjadi ukuran penilaian, apakah dia... sudah ckukup memiliki jiwa seni .... ?

Yoshida,... dengan tenang dan penuh penghayatan....., menyanyikan sebuah lagu.....?
dan... yang membuatku merasa aneh... dan sedikit gugup saat itu....karena ia menyanyikannya dengan meneteskan.... air mata.....? huh... cengeng... sekali.....?

aku tak ingat judul... lagunya..., apa ?... tetapi, setelah pelajaran selesai aku meminta Yoshida mengulangi lagunya,... dan aku mencatatnya...., karena menurutku lagu itu..... sangat bagus...., yah.... lagu dari seorang yang memakai nama Jepang.,.... tetapi menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia.....?
eh.... Yoshida itu tidak ada darah Jepang,.......nya sama sekali... (mungkin juga ada barangkali .... gw kagak tau bo...?)

dengan tenang, dan sedikit bergetar... suara Yoshida mengucapkan kata-kata yang menjadi syair yang berbunyi begini:


seakan Bunda bertanya, pada diriku.....
mana jiwa anak bangsa, mana..... baktimu.....?
bagai tersiram bara,..... tersentak aku bangkit....!
kesadaran..... menggoncang di hati.....,
terucap bagimu negri, janjiku Pertiwi,......
lihat.... anak bangsamu,...... siaga.....

reff:
jangan.. tanyakan,.. kepada negerimu....
apa dan berapa...., yang akan kau dapat......
tapi tanyakan......, kepada dirimu.......
apa yang telah.... engaku berikan.........

ah... Yoshida,... temanku.... lagu ini masih sering muncul sendiri dari suara di dalam diriku...,
kadang berbisik lembut.....,
kadang..... bergema....,
kadang....... memaksaku...., untuk menyanyikannya....,
walau... suaraku...,sumbang.... tidak sebagus suaramu......

Yoshida temanku..., dimanakah engkau kini berada ?
aku ingat.... teman kita Memet... suka memanggilmu dengan nama tambahan....
Yoshida Nakamura...., ah.... itu kan bukan namamu yang sesungguhnya.....?
tetapi yang kuingat.... namamu jadinya Yoshida Nakamura....?

Jakarta; 19 November 2010 - 06:02 AM

Kamis, 11 November 2010

WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA


hai teman, ..... apa khabarmu......?
sudah cukup banyak ide yang berpendar di kepalaku meminta jari-jari untuk menuliskan melalui keyboard ke blog ini....?
yah.... ini tulisanku yang pertama pada bulan November 2010.

tanggal 10 November kemarin, bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan,..... aku mengusahakan untuk dapat melangkahkan kaki lemah ini ke Graha Bhakti Budaya | Taman Ismail Marzuki (lebih tepatnya sih.... naik mobil...),
tujuanku..... adalah untuk melihat Bapak Rocky Gerung menyampaikan isi hati dan buah pikirnya..... yang diberi judul "MERAWAT REPUBLIK DENGAN AKAL SEHAT".

pertama kali acara dibuka dengan menampilkan salah satu artis jebolan Asia Bagus yaitu Bonita yang membuat kelompok musik bernama Bonita and The Hus BAND.

sebelum masuk ke dalam auditorium tempat acara dimulai, aku sempat mengamati beberapa foto yang dipamerkan yang memotret kekerasan dan tindakan yang mengatasnamakan kepentingan bangsa, namun sebenarnya menurutku adalah tindakan bar-bar orang-orang yang berpikiran sempit dan hanya melihat negara Kesatuan Indonesia ini dari sudut pandang keyakinan mereka sendiri.

beberapa orang kulihat mengenakan baju kaos dengan tulisan.....
Indonesia Bukan Negara Agama......., dengan dasar merah darah..... dan tulisan putih.....?

aku jadi bertanya-tanya dalam hati,...... kemanakah Indonesia-ku,..... Indonesia-mu, Indonesia-kita......, ini akan dibawa oleh para pemimpinnya ? atau oleh para pemimpinya ? yang kebetulan duduk di singgasana tampuk kekuasaan karena kekuatan beberapa kepentingan yang mencerminkan angka-angka statistik ....?

ya ALLAH, .... jerit hatiku...., selamatkan negeriku,..... selamatkan bangsaku, ...... selamatkan bangsa kami......
rasanya,....... air mata ini sudah kering untuk menangis...., namun hatiku... masih bersenandung......... " disana tempat lahir beta....." dibuai dibesarkan Bunda....... tempat berlindung di hari tua....... tempat akhir menutup mata......?

oh.... Indonesiaku, ...... apa yang harus kulakukan untuk merawatmu.....?
Ibu Pertiwi,...... ini aku ,..... anakmu......., ingin menunjukkan bhakti ....., walaupun mungkin kelihatan tak berarti.....

dalam gegap gempita hati yang bertalu-talu,..... dalam perjalanan pulang air mataku ternyata masih bisa mengalir ketika bibir ini lepas melambungkan lagu......

Indonesia...... tanah air beta,
pusaka abadi nan jaya.....,
Indonesia...... sejak dulu kala,.....
slalu dipuja-puja bangsa......

disana....... tempat lahir beta........
dibuai..... dibesarkan Bunda.........
tempat berlindung....... di hari tua......
tempat akhir ..... menutup mata....... /@

do'aku, bhaktiku, pikiranku.... dan karyaku akan kupersembahkan bagimu Ibu......
walaupun kecil dan tak berarti,... namun terimalah sebagai tanda bukti cinta anakmu.

WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA + ad maeorem Dei gloriam

Jakarta Barat, Jum'at pk. 05.30 WIB

Jumat, 29 Oktober 2010

Prof. H. Syahruddin, SE, MA


dosenku, guruku, ayahku, profesorku, telandanku, buah hatiku, semangatku, api yang membakar dadaku, contoh yang selalu kuceritakan kepada anak-anakku, bagian dari do'aku setiap hari, kenangan abadi dalam hati dan ingatanku, suluh semangat bagi kaum muda kampungku, pengayom induak+adiak+ayah+sadonyo, putra terbaik nagariku, putra Bumi Pertiwi yang membawa suluh keteladanan, muslim yang saleh, ...... /@/*/"/+/C

itulah engkau Papa......,
itulah dirimu Pak Ca.....,
itulah Datuak Nagari Basa.....,
itulah Profesor Haji Syahruddin, SE. MA.... almarhum.....
salah satu putra terbaik negeriku Indonesia.......,
ku kenal dirimu saat kakiku mulai menapak Perguruan Tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang tahun 1989.

Bapak, wajahmu memancarkan keteduhan........,
sinar matamu memancarkan kesabaran...........,
sikapmu...... memancarkan kebijaksanaan.......,
diammu........ memancarkan kasih seorang Bapa.....
bicaramu....., mengurai masalah......
hadirmu......., membawa perubahan......
karyamu........ mengubah banyak insan........
ajaranmu......... menyeret langkah kaki yang lesu.... menuju semangat cinta tanah air
di sampingmu....... dunia seakan tidak lagi memiliki masalah..... :)
senyummu........ meruntuhkan semua beban persoalan.........,
tawamu........... membuatku ingin memberikan yang terbaik bagi Negeri ini

hampir 1 tahun sudah sejak wafatmu Papa......,
aku merasakan hadirmu selalu disanubariku.......,
saat engkau menghadapi deritamu dengan tanpa berkeluh kesah.....,
saat engkau menelponku........., untuk yang terakhir kalinya.......,
hingga saat ini aku masih menyimpan pesan singkatmu....... "alhamdulilah Papa semakin baik"
saat kudengar dari telpon adinda, berat nafasmu menjelang...... kepulanganmu ke rumah Bapa Surgawi.
saat kumelihat dirimu, tidur lelap selamanya di rumah kita.......
rumahmu,..... yang juga telah menjadi rumahku....... Papa, terima kasih.....
saat kudengar do'a-do'a bergema indah ketika engkau disholatkan.........
saat kulihat engkau diturunkan kedalam tempat peristirahatan terakhir.....
saat ku..... menatap engkau dibaringkan menghadap kiblat......,
saat tanah.... menutupi tubuhmu..... yang kokoh..... tempat beban berat nagariku dipikul...., saat.... aku ... tak dapat menahan tetesan air mata..........
saat itu kutahu....... sorga adalah tempat yang paling layak untuk mu,... Papa...

Ya ALLAH Raja Semesta alam, ...... terimalah dia di sisiMu.....
Jadikan sukacita surgawi sebagai kegembiraan.. yang .....melekat pada tubuh, jiwa, dan rohnya. Amin.

Jakarta, 30 Oktober 2010
pk. 04:04 WIB