Kamis, 10 Juli 2014

Papa, rinduku padamu sebening mata air di kampung kita

Papa

rinduku melihat senyum sabarmu dan bening sinar matamu

walau waktu telah berlalu,
masa telah berganti,
bulan berganti purnama, silih berganti….
tak dapat kulupa teladan indahmu Papa
Kejujuran yang kau ajarkan akan kuajarkan juga kepada cucu-cucumu,
Kebaikan kasih yang kau teladankan pada kami, akan ku wariskan bagi mereka
saat aku ingat semangat pantang menyerahmu,
ku ingin menjadikan memori indah ini sebagai ukiran tugu prasasti anak-anakku

Papa, rindu ini mengalirkan air mataku…
Papa, hening pagi hari senantiasa mengantarku mengingat engkau
saat engkau berdo’a bagi kami anak-anakmu, yang jauh di rantau orang
Papa, hanya do’a yang dapat kukirimkan bagimu setiap pagi
semoga kita berjumpa ketika aku sudah purna bhakti,
rinduku Papa,……. sebening air di mata air kampung halaman kita.

Jakarta, 10 Juli 2014 – ketika rindu di dada menguras air mataku

http://www.youtube.com/watch?v=sM6fzJ564sw




Minggu, 10 November 2013

be honest



be honest

itulah kata yang terpampang dengan sangat besar,
di lapangan olah raga tempat anakku akan melanjutkan pendidikannya
tempat yang menurutku "terbaik" bagi buah hatiku
tempat yang kuharap akan membentuk karakternya
guna menjadi pegangan di masa depan;
ketika ia menjadi seorang pemuda yang memiliki banyak cita
dengan semangat gelora darah mudanya,
ketika ia menjadi seorang "pelayan" bagi tempat dimana ia berada,
ketika ia menjadi "pemimpin"saat yang lain tidak berani bersikap,
ketika ia harus menjadi "panutan" karena ia di daulat

oh TUHAN, dengarkan do'a dari hati seorang ayah ini.......
tak banyak yang dapat kuberi bagi insan yang telah Kau titipkan padaku,
tak hendak aku mengatur langkahnya, karena ia adalah milikMu.

andaikan matahari dapat kusentuh, kan kuberikan ia matahari......
andaikan bulan dapat kupetik, kan ku ulurkan baginya bulan purnama 12...
yang terbaik yang dapat kulakukan, akan kulakukan baginya.....

dalam semarak masa mudaku, ku ingat akan kasih Mu ya Tuhan......
kasih yang menguatkan kaki rapuh ini, untuk dapat melangkah......hingga saat ini
dalam dunia yang sedang menuju kehancuran......, ku butuh bekal untuk anakku
agar ia tidak binasa ketika melakukan perjalanannya........,
saat aku sudah tidak lagi bersamanya.

tiada hadiah yang lebih indah, yang kuminta dari Mu ya Allahku......
izinkan buah hatiku dapat melanjutkan pendidikannya di sana...
di tempat kejujuran menjadi alasan utama mereka menempuh pendidikannya.
amin
http://smp.kanisius.edu/




Senin, 12 Agustus 2013

Berjuang untuk hidup


Berjuang untuk hidup

Teman, pernahkah kalian merasa bahwa kehidupanmu terancam dan merasa tidak berkembang? 
Apa artinya kondisi ini bagimu?
Saya pernah mengalaminya, serasa semua yang dilakukan tiada arti karena “kering makna”. 
Namun dari sini saya menyadari satu hal. 
Kesulitan itu perlu untuk dapat hidup “sehat”.

Hidup sehat yang saya pahami adalah hidup yang membuat orang yang menjalani merasa bahwa hidupnya berarti. Hidup yang mempunyai harapan dan tujuan yang jelas. Ada tantangan yang harus ditaklukkan. Ada usaha yang harus dilakukan, dan ada pilihan yang harus diambil.
Tidak semua pilihan yang diambil adalah pilihan yang mudah. Namun saya merasakan gairah kehidupan dengan mengatakan “ya” pada tantangan dan kesulitan yang menghadang.

Seiring dengan kesulitan dan tantangan yang saya hadapi, otak memerintahkan tubuh untuk waspada dan survive. Peringatan otak bahwa tubuh harus mendukung upaya untuk dapat bertahan hidup dan memunculkan kreatifitas dan ide-ide yang baru.

Hal-hal sederhana jadi mendapat tempat yang berbeda dalam kacamata saya. 
Setiap ide yang muncul membuka jendela baru untuk melihat peluang. 
Peluang yang perlu ditindaklanjuti agar memberikan hasil seperti yang saya harapkan.

Persaingan yang muncul dalam kehidupan saat ini sudah sangat multi dimensi. 
Usia tua tidak menjamin bahwa “senior”menjadi lebih ahli dari yang “junior”.
Ilmu pengetahuan tidak berpihak kepada yang lebih tua.
Ilmu pengetahuan bersahabat dengan orang-orang muda yang gencar mencarinya. 
Ilmu pengetahuan menjadi begitu dekat dengan mereka yang haus akan dirinya.
 Ibarat sebuah kata mutiara yang disampaikan oleh seorang Guru Sekolah Dasar di kaki Kawah Ratu kepada murid-muridnya, “orang yang pintar akan menguasai dunia, dan kuncinya adalah membaca”.

Ya, benar….. pengetahuan bisa didapatkan dari bacaan. 
Banyak bacaan bermutu dan yang dapat memotivasi orang untuk dapat melakukan hal-hal besar melalui cara-cara yang sederhana. 
Bacalah, maka ilmu pengetahuan itu akan menjadi bagian dari dirimu.
Membaca berarti memindahkan informasi dari media cetak/tulis/digital dalam bentuk tulisan ataupun gambar ke dalam otak si pembaca. 
Hasil informasi ini diolah, dipilih dan dipilah untuk selanjutnya digunakan sesuai kebutuhan si pemiliknya. 

Teman, mari luangkan waktu untuk menambah pengetahuan dengan membaca agar kita menjadi pintar dan dapat menguasai dunia.


Sabtu, 10 Maret 2012

Aku antar kau......, pagi pukul tiga


TUHAN.......,
terlalu cepat semua.......,
Kau panggil satu-satunya yang tersisa......,
proklamator tercinta.....,
jujur...., lugu..., dan bijaksana......
mengerti apa yang terlintas...
dalam jiwa...
rakyat Indonesia.......

terbayang bhaktimu......,
terbayang jasamu.....,
terbayang jelas.....,
jiwa........ sederhanamu......

bernisan bangga.......,
berkafan do'a......,
dari kami.....
yang merindukan.....
orang.......
sepertimu..........
(lagu: Bung Hatta, karya Iwan Fals)

kembali lagu ini melantun.... dalam hatiku....,
mengharu biru dalam deru rindu......,
pada seorang pemimpin yang kutunggu.....!
yang kuingin.....,
hadir dalam negeriku Indonesia.....,
untuk membangkit kejayaan Majapahit......,
tempat negeri dimana MERAH PUTIH.......,
menjadi lambang yang menggetarkan.........,
tempat negeri dimana MERAH PUTIH.....,
menjadi tempat yang dipuja puji.....,
tempat negeri dimana.... MERAH PUTIH....,
memberikan kelegaan bagi putra putrinya.....,
tempat negeri..... yang kupanggil.....
sebagai....... Ibu Pertiwi........

tempat negeri dimana .......
sosok mulia......, diam dalam pendar kebijaksanaan....
sosok negeri dimana diam menjadi sumber kesukaan......,
sosok pribadi..... dimana PUTIH masih perlambang kesucian......
sosok diri......., dimana MERAH masih perlambang keberanian......,

dalam diam....,
terpendam......,
angkara...... durjana......,
dalam diam......, terpendam.......,
cinta........, sengsara.......,
dalam langkah......, terpatri....... luka di hati.....,
dalam gerak......,
terbayang...... sosok pembela........,
dalam..... malam........, terderit.......
pintu....... gerbang......,

dalam.... emas......, tersimpan....diam
dalam diam.....,.
tersimpan....... nona......,
dalam nona.....,
tersimpan......... Srikandi....ku....,
dalam ku..... tersimpan Mu.......,
dalam Mu........, tergaris..... Kau....,
dalam Kau..... tergararis...... DIA......

Dalam DIA........,
ada damaiku.......,
dalam ku.....,
ada.... hati........,
dalam hatiku......,
ada kamu.......,

karena ........
aku CINTA...... kamu.
I love you....., INDONESIA.....!!!
if tomorrow never come........,
please tell her......
that I love her.......

Cause GOD love us...... :)
peace......













































Kamis, 19 Januari 2012

Bapak H. Chaidir Anwar, MBA


"Innalilallhi wainnailaihi raji'un telah berpulang ke Rahmatullah Bpk Chaidir Anwar MBA disemayamkan d rmh duka di jl blangbintang 10 airtawar. Smoga Allah SWT memberikan ampunan & tempat yg terbaik bg almarhum serta ketabhan & keihlsan pd keluarga yg ditinggalkan. Amiiin. (edwin)"
--------------------------------------------------------------------
telah gugur pahlawanku.......,
tunai sudah janji bakti............,
gugur satu tumbuh sribu........,
tanah air jaya sakti.....................

Kata-kata ini mengalir dalam hati dan pikiranku, ketika kudengar berita bahwa salah seorang dosen favoritku wafat, Bapak Chaidir Anwar, MBA.
Dosen yang kukenal di tahun 1992, karena aku mulai mengikuti mata kuliah Manajemen Strategis yang beliau sajikan di semester ke-6 Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang.
Luar biasa,....... cara penyampaian materi kuliah membuat anganku meloncat ke negeri jauh yang sudah lebih modern dalam ilmu manajemen.
Beliau juga memperkenalkan bahwa seorang konsultan manajemen merupakan sebuah profesi dengan penghasilan yang sangat fantastis. Hal ini benar nyata adanya, ketika dalam pekerjaanku saat ini harus mengeluarkan uang perusahaan miliaran Rupiah untuk membayar jasa konsultan yang bekerja hanya dalam waktu 10 minggu.

Bapak Chaidir sangat istimewa di mataku. Beliau sangat berbeda. Dari segi pendidikan, beliau tidak memiliki gelar S1, tetapi mendapatkan gelar MBA (Magister Business Administration) dari negeri Paman Sam. Beliau orang yang langka.

Ketika aku sedang menyusun skripsi dan berpapasan dengan beliau. Kata-kata yang terucap dari mulutnya kepadaku adalah, "Ba'a alun juo pai dari kampus lai?" (kenapa kamu masih belum meninggalkan kampus?).
Maksud beliau yang kutangkap adalah "jangan boroskan waktumu, tuntaskan segera skripsimu dan selesaikan tanggung jawabmu sebagai mahasiswa."
Baik Pak, jawabku, mudah-mudahan dalam tahun ini Bapak tidak melihat saya lagi di kampus.

Kenangan manis yang mengalir dalam benakku ketika mengenang masa-masa kuliah di kampus Limau Manih. Kesederhanaan serta disiplin dalam memulai perkuliahan merupakan cerminan pribadi beliau yang bijaksana dan bersahaja.

Tunai sudah tugas bakti Bapak Chaidir Anwar sebagai seorang dosen.
Seorang guru yang layak dicintai, digugu dan ditiru.
Sampai jumpa Pak Chaidir, semangat Bapak untuk berbagi ilmu dalam ketulusan dan kepedulian demi kemajuan kaum muda Indonesia akan kucontoh sebagai ungkapan terima kasihku padamu.


Jakarta, 20 Januari 2012






Senin, 02 Januari 2012

kesungguhan menyongsong harapan baru


Kesungguhan menyongsong harapan baru

Merupakan salah satu kalimat yang kuperoleh di awal tahun 2012 yang penuh makna mendalam. Pagi ini (tepatnya subuh tanggal 3 Januari 2012 pk. 03.57 WIB) ku mulai mencanangkan dalam hati untuk selalu berbuat dengan kesungguhan hati, agar harapan di tahun 2012 ini tidak tinggal harapan namun mewujud nyata dalam kehidupanku sekeluarga dan masyarakat di sekelilingku.

Kesungguhan yang kupatrikan di awal tahun ada beberapa hal yaitu:
1. meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk investasi di bidang ilmu pengetahuan (tiap hari harus membaca buku yang menambah pengetahuan baru minimum 1 jam).
2. menyusun rencana kerja pribadi untuk kemajuan diriku sendiri serta kemajuan masyarakat di sekitarku.
3. menganalisis masalah dan kendala yang dihadapi dengan pendekatan 4W 1 H (what, who, when, where, dan how)
4. menindaklanjuti rencana pada butir 2 tersebut di atas.
5. melakukan evaluasi mingguan atas aktivitas 1-3 di atas.
6. menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menulis di blog.

Harapanku di tahun 2012 yaitu:
1. dapat menciptakan peluang usaha/lapangan kerja bagi diriku sendiri serta masyarakat di sekitarku.
2. dapat meningkatkan kehidupan ekonomi diriku dan masyarakat di sekitarku.
3. dapat menerapkan ilmu-ilmu manajemen dalam setiap aspek pekerjaan dan usaha yang akan kurintis (planning, organizing, actuating dan controlling – POAC).

Hal-hal tersebut di atas muncul karena aku memperhatikan dari setiap kisah sukses orang-orang yang kuanggap berhasil dalam kehidupan mereka ternyata ada satu kunci yang sama yang dipakai oleh mereka yaitu “disiplin”. Disiplin disini diartikan sebagai bentuk konsistensi melakukan pengulangan ilmu dasar manajemen dalam setiap usaha yang mereka rintis.

Walau terdengar mudah, namun menerapkan disiplin bukanlah sesuatu yang mudah bagiku. Hal ini sudah kusadari, bahwa untuk dapat disiplin (konsisten) harus dimulai dari hal-hal sederhana. Contohnya; membaca buku yang berisi pengetahuan baru (minimum 1 jam sehari).
Yah….., tidak masalah dengan masa lalu di tahun 2011.
Aku akan menyongsong tahun 2012 dengan semangat baru dan kesungguhan, karena aku ingin menjadi pemenang di tahun 2012 ini.
Apakah karena diramalkan bahwa pada tanggal 21-12-2012 akan terjadi “kiamat” ? Tidak, karena bagiku setelah melewati 4 dasawarsa kehidupan, maka arti hidup yang sesungguhnya harus sudah kudapatkan dan kubagikan pada sesama manusia.
Life began at forty. Kehidupan dimulai di usia empat puluh tahun.

Selamat datang tahun baru 2012, selamat datang semangat baru.
Jakarta, 20120103

Jumat, 30 Desember 2011

Taman Mini Indonesia Indah-ku sayang, Taman Mini Indonesia Indah-ku malang


Teman-teman, walaupun sudah lebih dari satu dasawarsa tinggal di Jakarta namun diriku belum sempat menikmati hal-hal yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan leluasa dan cukup waktu.
Pernah sekali aku ke TMII dalam rangka dinas dan melihat-lihat panggung untuk acara live di TV. Lain waktu, aku menemani Saudara yang datang dari daerah untuk mengunjungi Theater Keong Emas. Hanya beberapa tempat dan itupun menghabiskan cukup banyak waktu. Kemarin, aku kembali ke TMII guna menemani Saudara dan keponakan yang datang dari daerah Kalimantan Barat. Setelah melihat pertunjukan di Keong Emas, mereka kuajak ke Museum Puspitek (namun jika kita lihat ke situs www.tamanmini.com, Musem Puspitek tidak ditampilkan). Ada hal menarik yang kutemukan di sana, karena baru pertama kali masuk ke Museum Puspitek jadi aku mengamati setiap hal yang kutemui.Aku terpesona melihat informasi yang disajikan di Museum ini, karena hal-hal yang sebelumnya pernah kutemui di negara tetangga (di Petroscience Malaysia) ternyata telah lebih dulu dmiliki oleh TMII. Namun sayang seribu sayang, hal-hal yang sangat bagus dan informatif dari sisi ilmu pengetahuan ini tidak dirawat dengan baik (atau mungkin tidak terawat sama sekali).

Mulai dari pintu masuk, aku menemukan adanya permainan bola dalam kotak akuarium yang tidak ada informasi yang menyertainya serta tidak ada guide yang memandu sama sekali. Beranjak ke permainan berikutnya, terlihat tulisan informasi yang ditulis dalam bahasa Inggris, namun tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Mendekati tempat permainan cahaya aku melihat mikroskop yang tidak terawat sama sekali, bukannya mikro organisme yang dapat kita lihat, tetapi isolasi (plester) yang sudah kotor dan berdebu yang berada di bawah mikroskop.
Seterusnya di bagian pencerminan, yang terlihat adalah bayang-bayang buram karena cerminnya (lempengan seng) sudah baret-baret dan kusam. Sepanjang perjalanan di Museum ini, hanya satu lokasi yang ada pemandu (relawan) yang memperagakan permainan tebak tanggal lahir dan bagaimana memindahkan koin tanpa harus membuang air dari wadah bejana datar.


Ah... kamu sih datangnya pada tanggal 30 Desember 2011, khan akhir tahun dan orang liburan. Mungkin benar saya yang datang tidak pada waktu yang tepat, namun tetap yang kulihat adalah tempat yang sangat baik namun tidak dikelola dengan profesional atau tidak ada sense of belonging (rasa memiliki) dari pengelolanya .


Barangkali isu utamanya adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggaji pemandu (guide) serta penjaga setiap permainan. Jika benar demikian, saya rasa ada solusi yang mudah, meriah dan memberikan manfaat serta kebanggaan bagi semua orang yang merasa memiliki dan menjadi bagian dari TMII.

Caranya.......?

Begini:
1. TMII harus menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah (setara SMP atau SMA).
2. Buat program kerjasama untuk menjadi pemandu atau pendamping pada setiap permainan yang diperagakan (yang bersifat science).
3. Berikan kompensasi kepada pihak sekolah berupa tike masuk gratis sebagai kompensasi (besaranya bisa diatur dan dihitung).
4. Berikan sertifikat penghargaan atas kesediaan sekolah untuk bekerjasama dengan TMII.

Hal-hal positif yang didapat dari kerjasama ini adalah:
1. Sekolah yang diajak bekerjasama merasa diapresiasi.
2. Siswa yang terlibat merasa memberikan sumbangsih berharga bagi TMII dan merasa diapresiasi.
3. Pengunjung yang datang mendapatkan informasi yang lengkap dan puas atas keberadaan Museum Puspitek ini.
4. Anak-anak yang mengunjungi Museum akan terpuaskan rasa ingin tahunya karena diberikan panduan dan penjelasan yang mudah dimengerti sehingga mereka akan melihat science sebagai hal yang menarik.
5. Meningkatkan rasa cinta generasi muda kepada TMII

Hanya ulasan dan pendapat ini yang dapat saya sampaikan, semoga berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Salam tutup tahun
Semoga kehidupan bangsa Indonesia semakin baik di tahun yang akan datang.
Jakarta, 31 Desember 2011

Jumat, 30 September 2011

G 30S (Gempa 30 September 2009)

hai teman, sudah cukup lama gw tidak menulis di blog ini
terus terang sedang tidak ada ide
btw gw ingin bercerita sedikit tentang kenangan berkaitan dengan G30S. Bukan Gerakan 30 September 1965 tetapi Gempa 30 September 2009.

Pada tahun 2009 ini ada beberapa hal penting yang gw alami dan meninggalkan bekas sangat mendalam berkaitan dengan kampung halaman karena dua orang yang gw kasihi dan hormati kembali ke pangkuan ilahi tahun 2009.

Bulan Maret 2009, bokap kandung gw wafat (sebelum gempa)
Bulan November 2009, bokap angkat gw wafat (setelah gempa)

Ketika gw kembali pulang bulan November 2009 untuk memberikan penghormatan terakhir pada bokap angkat gw, masih sempat gw lihat tempat-tempat yang berubah menjadi luluh lantak. Kenangan masa kecil akan tempat-tempat tersebut membuat gw merasa nelangsa.

Tidak mudah untuk percaya, walaupun kenyataan tersaji di depan mata.
Sekarang tahun 2011 - setelah 2 tahun berlalu, gw sempat melihat ada tugu peringatan korban gempa.
Dalam hati gw sempat bertanya, kenapa rasa kebersamaan ini harus muncul setelah ada bencana. Kenapa kebersamaan itu bersembunyi saat keadaan tenang dan adem ayem. Kenapa yang dimunculkan selalu rasa curiga dan benci.
Ah.... gw hanya bisa menerka-nerka, ..... mungkin benar.... mungkin juga salah.
Tetapi saat gw berdiri di depan tugu peringatan dan membaca tulisan yang dipahat, rasa haru muncul dan membuat air mata gw menetes.

Semoga dengan kejadian ini, rasa persaudaraan antar umat manusia di kampung halaman gw terjaga selalu. Gw percaya bahwa, hidup bukan hanya sekedar pertambahan usia melainkan memberikan makna bagi manusia lain di sekitar.

Oh ..... kampungku nan jauh di mata, rasa cinta padamu tetap menyala walau kini diriku jauh di seberang lautan.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa menyuburkan rasa kasih persaudaraan di bumi Minang Kabau, karena kasihNya yang berlimpah kepada umat manusia. Amin

Rabu, 17 Agustus 2011

Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-66

hai teman, gw sangat senang hari ini......
penyebabnya adalah karena diutus untuk mengikuti upacara bendera di kantor..... :)
yah... kelihatannya hal yang sepele,... tapi bagi gw sangat berarti.....

Ada hal khusus yang menjadi perhatian gw ketika mengikuti upacara bendera kali ini. Ada pesan moral sederhana, namun dapat mengubah kehidupan berbangsa dan bernegara banyak insan di negeri ini. Kata kunci dari pesan moral yang dititipkan oleh Meneg BUMN adalah kejujuran.
Ya,.... dengan kejujuran banyak hal yang dapat diubah. Memang sederhana, namun bagiku hal ini merupakan suatu pondasi kokoh yang akan membantu perubahan dalam kehidupan banyak orang.

Saat gw masih SMP, ada tulisan tentang Abraham Lincoln yang menceritakan bagaimana ia memilih bersikap jujur mengakui telah memotong pohon yang ditanam oleh ayahnya dengan risiko akan dimarahi habis-habisan. Namun sang ayah lebih menghargai kejujuran Abraham dibandingkan pohon kesayangannya yang telah ditebas dengan kapak yang ia hadiahkan kepada Abraham.

Logika gw sederhana. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan kejujuran, maka tidak ada hal-hal yang palsu yang harus disisipkan atau ditambahkan. Namun apabila gw membuat sebuah kebohongan, maka harus membuat beberapa kebohongan lain untuk menutupi kebohongan tersebut.

Di ulang tahun kemerdekaan yang ke-66 ini, gw sempat berpikir dan merenung. Apa yang telah gw lakukan untuk negeri yang telah membesarkan gw? Negeri yang mungkin bagi sebagian orang seperti negeri "sejuta bencana". Rasanya tidak banyak yang telah gw perbuat.
Dalam renungan gw yang singkat, gw mempunyai satu tekad. Berasal dari pemikiran sederhana dan praktis. Gw akan membuat negeri ini tersenyum. Caranya: gw akan memberikan senyum bagi setiap orang yang gw temui. Gw mencoba memberikan rasa nyaman bagi orang-orang yang berinteraksi dengan gw. Setidaknya negeri ini telah memberikan kemerdekaan yang berarti bahwa gw bebas untuk memberikan senyum bagi orang lain, agar kehidupan menjadi lebih baik.

Semoga dengan tersenyum dan berpikiran positif tentang orang lain kehidupan di sekitar gw bisa menjadi lebih baik.

Padamu negeri kami berbakti, padamu negeri kami berjanji, padamu negeri kami mengabdi, bagimu negeri jiwa raga kami..........

I love you Indonesia deep down in my heart.

Let's make better Indonesia by smile.

Jumat, 15 Juli 2011

Partai Miskin

teman-teman, gw mau sharing sedikit tentang tulisan tentang kekuatan persatuan orang miskin walaupun adanya di negeri opini.
membaca tulisan yang dikupas di situs http://purwo.com/2011/01/13/maka-terpilihlah-presiden-yang-pernah-miskin.html yang berkisah tentang perubahan yang terjadi di negeri "opini" karena bersatunya orang miskin di negeri tersebut cukup menarik perhatian gw.

ada 2 hal yang berkesan bagi gw yaitu:
1. ajaran orang tua gw sewaktu masih kecil, bahwa sebuah lidi sapu akan mudah dipatahkan apabila ia hanya sendirian. tetapi akan sangat sulit mematahkan lidi sapu yang telah diikat dalam satu kesatuan dengan lidi sapu yang lain (misalnya 20-30 batang lidi sapu). ajaran ini diajarkan kepada kami yang bersaudara cukup banyak.
2. jika ada kesatuan hati dan sikap, maka tantangan yang kelihatan sangat sulit diatasi akan terlalui dengan pasti karena derap langkah yang sudah pasti menuju satu arah yang sama.

siapa sih yang mau hidup dalam kemiskinan? miskin materi bukanlah hal yang enak. saat gw tidak memiliki uang satu rupiah pun di kantong, maka perasaan bahwa diri miskin dan bergantung pada belas kasih orang lain bukan hal yang nyaman. memang di sisi lain gw merasakan "berkat" luar biasa yaitu dapat merasakan bagaimana rasanya mengandalkan kemurahan hati Allah semata dalam melalui kehidupan. Perjalanan hidup membuktikan bahwa pada saat itulah justru gw sebenarnya sangat "kaya".

btw kawan, gw beranggapan bahwa setiap perubahan dalam kehidupan dapat dilakukan oleh sikap hati sekelompok orang yang memiliki kesamaan tujuan. sebagai bagian dari penghuni negeri ini, yang dilahirkan, dibesarkan, dan makan serta minum dari hasil tanah dan air di negeri kepulauan (nusantara)gw merasa prihatin akan nasib penghuninya.

gimana gw ndak khawatir, jika dibandingkan dengan negara tetangga yang ukurannya hanya seuprit, negeriku ini sepertinya masih di jaman yang jauh di belakang negeri singa kecil itu? wah... ndak rela...ndak rela......

apa yang salah ...? gw bertanya bukan untuk mencari kambing hitam....., tapi mengapa hal ini belum bisa berubah......?
gw sempat kagok menjawab pertanyaan anakku ketika kami berlibur ke negeri singa kecil dan negeri jiran beberapa waktu yang lalu (liburan sekolah anak-anak).

dengan polos si sulung bertanya ,"Papa, kenapa ya disini transportasinya lancar. Kemana-mana mudah dan cepat, sedangkan di Jakarta kemana-mana macet?".
Ingin rasanya gw berteriak......, tapi akal sehat gw masih dominan mengontrol emosi yang mulai menggelora.

dengan perlahan gw jelaskan kepada si Sulung ,"Nak, sebenarnya di negeri kita bukan tidak bisa membuat sarana transportasi yang lancar seperti di Singapura ataupun di Kuala Lumpur. Kita punya banyak orang pintar dan kita punya banyak sumber daya alam. Tetapi nak, untuk membuat sesuatu yang besar dan berpengaruh pada kehidupan orang banyak seperti monorail ataupun MRT (mass rapid transport) membutuhkan pemikir dan orang yang merencanakan hal ini dengan matang dan rapi. Coba kau lihat sayang, saat kita bepergian dari satu tempat ke tempat lain, tidak ada risiko terkena hujan dan semua tempat yang kita lalui terhubung. Informasi tentang transportasi terbaca jelas dan mudah dimengerti sehingga kita sebagai pelancong mudah menentukan tempat yang akan menjadi tujuan kita dan sarana transportasi yang dipakai untuk kesana.

si Sulung memang anak yang kritis dan pintar, dia langsung nyambar..... Lha di Jakarta katanya mau dibangun monorail, tetapi kenapa tidak jadi-jadi.......?
Gw diam sesaat dan memberikan jawaban yang agak diplomatis.
Nak...., banyak hal yang harus dilakukan untuk dapat mewujudkan sarana transportasi yang kita impikan, namun ingatlah bahwa kita tidak dapat mengubah orang lain.
Nak, jika engkau ingin sesuatu menjadi berubah, mulailah dengan dirimu sendiri. Ubahlah cara bersikap dan berpikir dirimu, maka yang lain akan berubah perlahan. Jangan pernah menuntut orang lain berubah, ..... karena itu adalah sudut pandangmu saja? Gw tidak tahu apakah si Sulung paham atau tidak.... tetapi dia mengatakan ,"Oh begitu ya Pa....?"

Yah..., begitulah... jawab gw... sambil kami berjalan memasuki LRT (Light Rapid Transport) yang ada di daerah Dang Wangi... Kuala Lumpur.

ndak nyambung ya... judul artikel ini dengan tulisan di dalamnya...?
ya.. terserah gw, kan gw yang nulis....... :)


Oh negeri yang kucintai,..... apa yang dapat kubuat untuk mengubah derita rakyatmu menjadi senyum....?


Jakarta, Sabtu / 15 Juli 2010 pk. 22.20.

Minggu, 19 Juni 2011

Kepolisian Indonesia, I love you

hei teman, apa khabarku ....?
lho kok bukan apa khabarmu .....??
ya....., kalo kalimat yang kedua khan sudah lazim, ....... :)

teman-teman gw mau cerita sedikit pengalaman tentang berinteraksi dengan kantor polisi di Jakarta. Mulai dari mengurus SIM (untuk roda 4 dan roda 2) hingga perpanjangan pajak kendaraan (untuk roda 4 dan roda 2).

Satu kebiasaan gw yang masih susah ditinggalkan hingga saat kemarin adalah mengurus sendiri hal-hal yang berkaitan dengan instansi pemerintah. Entah itu di level RT/RW atau ke Kantor Kepolisian.
Alasannya sederhana, karena gw mencintai lembaga yang gw kunjungi?........ ah... yang bener......?

Benar, teman.... Gw mencintai lembaga yang gw datangani, karena disana banyak interaksi yang berdampak sosial luas...... dan multiplier.

Gw mulai dengan pengurusan SIM (roda 4),....
Kalian tau kan (bagi yang pernah mengurus SIM tanpa menggunakan bantuan "calo") bahwa untuk proses mendapatkan SIM A/B pasti harus melalui tahapan ujian yang sebenarnya tidak susah-susah amat.....?
Satu bagian yang paling sering menjadi batu sandungan adalah ketika melakukan test mengemudi (yang notabene merupakan simulasi di komputer). Yah... mirip maen Play Station lah.... cuma agak lebih "keren" karena dilakukan di Kantor Polisi.

Pengalaman gw yang lucu adalah, bahwa score yang gw dapat selama proses tersebut (gw catat lho) dan gw rekam menggunakan smart phone....., BERBEDA dengan hasil cetakan yang muncul ketika "oknum" petugas yang saat itu berdinas memberikannya kepada gw.
Gw kaget banget.... karena hasil yang nilainya bagus, jadi jelek.
Secara teknis, nilai yang kita dapatkan tercantum langsung di layar, dan ambang batas kelulusan juga sudah ketahuan.
Ujung-ujungnya.....gw dinyatakan tidak lulus...... Thanks God?
Ternyata, setelah 5 tahun berlalu sejak gw memperpanjang SIM yang terdahulu, perubahannya masih lamban. Simulasi ini digunakan untuk menjatuhkan calon pembuat SIM.
Nggak percaya .....? Coba saja lu liat, mana ada kendaraan akan lewat tempat yang di kirinya ada hambatan (mencoba menghindar), trus di kanannya juga ada hambatan (harus segera pindah ke kiri). Dalam pikiran gw, cuma ada 2 kondisi untuk hal ini.
Pertama ujian ini untuk pembalap tingkat mahir yang harus segera zig zag ke kanan dan ke kiri untuk dapat menghindari hambatan tersebut, atau hanya orang gila yang mau lewat jalan yang sudah pasti di depannya ada hambatan yang tidak mungkin dilewati?

Emangnya roda mobil yang saat ini digunakan di Indonesia bisa bergeser ke kanan atau ke kiri tanpa harus maju ke depan ?
Gw iseng tanya pada petugas saat itu, "Siapa sih vendor yang membuat sistem ini?". Orang IT "gila" mana yang memanfaatkan teknologi untuk membodohi orang lain? Gw penarasaran banget....., tetapi tidak ada informasi ataupun jawaban.
Andaikan gw tahu.....!

Btw,.... gw sangat peduli dengan pelayanan umum dan lembaga yang menjadi harapan masyarakat untuk menjadi contoh kemajuan dalam pelayanan umum dimaksud. Terutama Kepolisian, karena gw merasa bahwa gw bagian dari Keluarga Besar Kepolisian...... ehm... (bokap gw juga pensiunan Polisi).

Masih banyak hal yang ingin gw ceritakan, tetapi berhubung harus siap-siap berangkat kerja, gw sudahi dulu sampai disini (nanti disambung lagi).

Khususnya bagi Bapak/Ibu Polisi, janganlah melihat diriku sebagai sebuah ancaman....., kita masih satu keluarga. Aku mencintai Kepolisan, dan berharap banyak pada kalian.
Tetap semangat dalam bekerja......, walau perubahan datang di tempat kerja....!
May GOD bless you all.

Hormatku untuk kalian Bapak/Ibu Polisi.
Jakarta, 20 Juni 2011 - Anton Reavalco

Kamis, 26 Mei 2011

Bandrek Lada Hitam


Hai teman-teman, kalo loe lagi tugas malam di ruang terbuka kan dingin tuh... Apabila loe pada membutuhkan sesuatu yang dapat menghangatkan badan..... Ini dia solusi murah meriah dan sehat.... Bandrek... Minuman tradisional dari Jawa Barat yang telah diracik secara higienis dengan nama Bandrek Lada Hitam.... Karena menggunakan lada hitam sebagai bahan utama menggantikan jahe.....


Gw mau sharing informasi yang mungkin berguna bagi teman-teman yang membaca blog ini.
Alam Indonesia sejak jaman dulu sudah terkenal menghasilkan bahan-bahan alami yang dapat memberikan rasa hangat bagi penggunanya. Salah satu produk tradisional yang biasanya cukup repot dalam penyajiaannya sekarang telah dibuat dalam bentuk instant. Produk ini diberi label Latam, yang merupakan singkatan Bandrek Lada Hitam.

Bandrek adalah minuman tradisional Sunda yang benar-benar membuat badan menjadi hangat dan sehat serta rasanya sedap. Diracik menggunakan Lada Hitam, Kayu Manis, Cabe Jawa, Cengkeh dan Gula Aren (tidak menggunakan Gula Pasir dan Jahe).

Manfaat masing-masing bahan racikan ini adalah sebagai berikut:
Gula Aren, berguna bagi penderita demam, sakit perut, sulit buang air besar. Berbeda dengan gula pasir (yang sangat mudah membanjiri darah sehingga gula darah meningkat cepat), gula aren diserap oleh tubuh secara sedikit demi sedikit sehingga masuknya ke dalam darah tidak secepat gula pasir.

Lada Hitam, merupakan kandungan yang penting untuk menghangatkan badan serta melancarkan aliran darah. Sangat disarankan bagi yang terkena disentri, nyeri haid, rematik (nyeri otot), salesma dan sakit kepala.

Kayu manis, sengaja ditambahkan untuk menambah aroma minuman ini sehingga lebih harum, sedap serta lebih menghangatkan.

Cabe jawa, berguna bagi penderita muntah-muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sakit keepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir dan lemah syahwat.

Cengkeh ditambahkan untuk menambah aroma dan lebih menghangatkan tubuh.

Produk ini terdaftar pada DEPKES RI-P-IRT No.312327201115 serta telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dengan nomor MUI-JB 01121024160607


Senin, 11 April 2011

Pantai Air Manis


teman, apabila engkau berkunjung ke kota Padang dan melangkahkan kaki ke sisi Timur kota, maka dirimu akan dapat menemukan tempat yang namanya tidak sama dengan kenyataannya.....
bingung.....? maksud gw begini.... di sisi Timur kota Padang ada pantai yang bernama Pantai Air Manis. Namanya pantai air manis, tetapi rasa airnya asin.....?

Pantai ini menjadi terkenal karena disana ada batu Malin Kundang. Itu loh... yang dalam hikayatnya bercerita tentang anak durhaka yang dikutuk oleh Ibunya sehingga ia berubah menjadi batu. Namun di samping batu itu, ada Pulau Pisang Kecil yang menarik untuk dikunjungi. Pulau dimaksud dapat didatangi dengan berjalan kaki (ketika air sedang mengalami pasang surut).

Apabila loe termasuk orang yang malas berjalan jauh, maka untuk dapat mencapai pantai air manis ini dapat dilakukan dengan menaiki kendaraan umum roda empat. Lumayan.... karena langsung bisa parkir di pinggir pantai.

Wah...., melihat kondisi pantai dan rindangnya pepohonan yang ada disana maka dapat dibayangkan asyiknya berekreasi di tempat ini.
Jaraknya relatif dekat dari pusat kota, kira-kira 10 km saja.

Senin, 21 Maret 2011

Kursi Pijat Advance Type I-chiro Fit


hai teman, lama juga gw tidak menulis di blog ini..... :(
bukan karena gw kehabisan ide, tetapi karena koneksi modem yang gw gunakan mulai memperlihatkan performa yang menurun.
Saat gw coba klarifikasi dengan providernya (di Jalan Sabang), disana tidak ditemukan masalah....., tetapi kalo dibawa pulang ke rumah.... wah... jadi bete untuk maen di layar komputer.
Koneksinya tiap sebentar putus, walaupun sinyalnya full, .... eh..sebentar lagi x, seakan-akan drop dengan tiba-tiba.
menurut Customer Service di Jalan Sabang, disebutkan bahwa kemungkinan bahwa penyebabnya adalah karena ada pemancar dari vendor lain yang sinyalnya lebih kuat sehingga gelombang yang selama ini bagus jadi terkalahkan......
Sepertinya gw musti ganti provider telco lagi nih,.... agar bisa maen internet dengan lebih leluasa.

Oke....deh,... gw sudahi dulu pembelaan dan alasan....,
gw mau cerita tentang Kursi Pijat.....
Mungkin ada di antara kalian yang senang dipijat...., sekedar untuk menghilangkan lelah atau untuk menghilangkan pegal karena keseleo atau terkilir.
Yang gw mau ceritakan ini adalah pijat dengan Kursi Pijat...., artinya.. selama listrik dari PLN masih mengalir dengan lancar, maka tukang pijit otomatis ini akan siap melayani pemakainya 24 jam sehari. Wah.... asyik dong.....

Singkat cerita di kantor tempat gw bekerja ada Kursi Pijat yang disediakan untuk pegawai di Unit Kerja kami. Tujuannya agar bagi yang merasa pegal dan lelah karena ototnya terasa kaku, dapat menyegarkan diri dengan Kursi pijat tadi.

Kursi Pijat yang kami pakai mereknya adalah ADVANCE type Ichiro Fit. Menurut pendapatku kursi ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pemakainya dalam kondisi di atas. Selain fungsi pijat yang disajikan oleh mesin ini, ada juga sensasi karena gelembung udara yang melengkapi kursi dimaksud. Ketika teman-teman yang wanita menggunakan kursi ini, wah .... mereka pada "ribut" karena ada sensasi yang membuat mereka merasa "kaget tetapi senang". Ha...ha...ha...., bisa aja nih ibu-ibu.

Setelah mencoba dan menikmati kursi pijat ini, gw sepakat dengan Customer Service yang menjual Kursi Pijat dimaksud yang menyatakan bahwa apabila kursi ini digunakan selama 20 menit, maka akan merasakan dampak yang diinginkan namun apabila lebih dari 20 menit, maka dampaknya tidak lagi optimal.

Namun ada satu hal yang menurutku perlu diperhatikan.
Apabila gw membeli kursi pijat untuk sekedar menikmati rasa pijatan kapanpun gw mau, berarti gw menutup peluang tukang pijat tradisional untuk mendapatkan penghasilan dari jasanya memberikan pijat. Biasanya kalo gw panggil tukang pijat ke rumah, untuk durasi pemijatan 90 menit, beliau akan mendapatkan penghasilan Rp 50 rb. Jadi apabila gw beli kursi pijat seharga Rp 16 juta, berati gw bisa memanggil tukang pijat 320 kali. BTW apabila dampak multiplier terhadap penghasilan dari tukang pijat yang dijadikan pertimbangan, maka memiliki kursi pijat sendiri sepertinya bukan suatu prioritas. Itu menurut gw, terserah bagi teman-teman kalo memiliki pendapat yang berbeda.

Rabu, 02 Februari 2011

Ketika kubertanya pada Tuhan

Dalam perjalanan menyusur hari aku bertanya pada Tuhan,....
Mengapa Engkau menciptakan matahari?
Tiada jawab kudapat.....
Ketika kutemui hujan.....
Kembali kubertanya....., mengapa Engkau menciptakan hujan.....
Tiada jawab kuperoleh.....
Ketika malam menjelang dan hatiku berkata..... Matahari dan hujan hanya tanda kekuasaan dan kebesaranNya, apakah dirimu menyadarinya?
Nalarku kembali bertanya kepada Tuhan......., mengapa Engkau menciptakanku......?
bisikan lembut di hatiku berkata, karena IA ingin engkau menceritakan kasihNya pada manusia.........
Published with Blogger-droid v1.6.5

Sabtu, 29 Januari 2011

Majapahit dan Buah Maja


Teman......., ketika masih SMP dulu, aku ingat pada pelajaran sejarah diceritakan tentang kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya atau lebih dikenal dengan nama Kertajasa Jayawardhana.
Jika menyebut kerajaan Majapahit maka yang muncul otomatis dalam kepalaku adalah Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa-nya.
Salah satu hal menarik yang diceritakan dari pelajaran sejarah tentang kerajaan Majapahit adalah nama Majapahit sendiri berasal dari nama buah yaitu Maja yang berasa pahit ketika dimakan oleh pasukan Raden Wijaya.

Nah...., setelah sekian lama lupa kisah tentang buah maja yang ternyata berasa pahit itu, aku mendapatkan jawabannya di Cikampek.
Aku bisa mengerti kenapa terjadi kekecewaan pada pasukan Raden Wijaya terhadap buah maja ini. Ceritanya ketika aku sedang melakukan dinas ke daerah Cikampek, di Kota Bukit Indah Plaza Hotel (lokasinya berada di pinggir tol Jakarta Cikampek), di halaman hotel kutemukan pohon maja yang sedang berbuah.
Memang sekilas buah ini terlihat menggoda orang yang berada di dekatnya. Bentuknya mirip melon dan warnanya hijau segar. Ukurannya relatif sama dengan buah melon dan kulitnya terlihat licin.

Wah... ternyata buah ini tidak dapat dimakan. Sayang...sayang... sayang... (seperti Ipin saja).
Namun demikian aku bisa merasakan kekecewaan orang yang mengharapkan sesuatu yang dapat menghilangkan dahaga menjadi kecewa karena buah yang ditemui tidak berasa manis seperti tampilan buahnya.
Ah..... buah maja, engkau memang menggoda selera tetapi .... @&*?/

Rabu, 12 Januari 2011

Pantai Carolina


hei kawan....., kalian pernah membayangkan bermain di pantai tanpa banyak pengunjung yang lainnya,.... seakan-akan pantai milik pribadi ....?
nah,... aku mengalaminya ketika kami sekeluarga pergi ke Pantai Carolina (berada +/- 20 km dari pusat kota Padang ke arah Selatan). Biasanya orang-orang mengatakan ke Pantai Bungus...., namun ada tempat wisata yang diberi nama Pantai Carolina. Dulu sewaktu bintang film Meriam Belina masih muda (dan ngetop), beliau sempat maen ke pantai ini dan difoto oleh temanku. memang cantik mbak Meriam Belina di foto itu (maklum wajahnya ada kesan darah indo campuran begitu..)

kenapa pantainya bisa sepi...., yach karena kami maen ke sana pada hari kerja (tanggal 22 Desember 2010) dan waktunya juga sudah sore (+/- pk. 15.30), jadi kami menikmati pantai yang bersih dan nyaman.
kerinduan untuk bertemu pantai ini sudah lama kupendam, bahkan sering kuputar ulang dalam angan ketika akan tidur diwaktu malam.
kenapa......? karena di tidak jauh pantai ini ada pelabuhan (kami menyebutnya Labuan Tarok).... tempat orang melelang ikan, dan ada dermaganya juga...... Waktu aku masih kecil,.... bersama abangku.... kami berdua memancing di dermaga ini... hingga sore (umpan sudah habis.....).
karena airnya jernih,..... dan di pinggir laut...., jadi kami dapat melihat ikan yang akan memakan umpan yang ada di pancing..... bahkan ada ikan yang mulutnya lebar (kami menyebutnya ikan pisang pisang, yang suka makan umpanku....) ukuran ikan ini relatif kecil, tetapi sudah memberikan kepuasan yang cukup bagi amatir yang ingin merasakan nikmatnya memancing....?

eh... aku jadi melebar ya..., sebenarnya aku ingin bercerita tentang Pantai Carolina.
saat kami sekeluarga ada di pinggiran pantai, datanglah seorang Bapak yang menawarkan jasa untuk melancong ke pulau pasir (+/- 15 menit perjalanan dari pantai)dan hanya perlu merogoh kocek untuk mengeluarkan uang Rp 100 rb, maka kami sudah dapat menginjakkan kaki di pulau kecil yang pasirnya putih (begitu tawaran beliau).
bagiku pribadi, bermain di pasir yang putih sudah sering kulakukan sewaktu kecil...., dan hal ini kutawarkan kepada anak-anak untuk memutuskan apakah mereka mau menerima tawaran di Bapak tadi. Karena dua bocah cilik ini sedang menikmati bermain pasir (walaupun tidak putih, tetapi juga bersih...) mereka merasa tidak tertarik sama sekali. mereka sibuk membangun benteng pasir beserta kolamnya untuk menghadang air laut yang akan menimbus tumpukan tanah yang mereka gali.

yah..., mereka sedang menikmati dunia bermain air laut dan pasir, tanpa ditegur dan tanpa ada gangguan dari orang lain..... (senang... senang.... senang)... aku tidak mau memaksakan kehendak kepada anak-anak, dengan berusaha sesopan mungkin, kutolak tawaran si Bapak. mungkin beliau kecewa, tapi aku tidak ada maksud untuk mengecewakannya....., aku hanya ingin menyenangkan keluargaku selama liburan ini.

di pinggir pantai, ada penjual kelapa yang menawarkan 1 butir kelapa muda seharga Rp 10 ribu. menurutku harga ini terlalu mahal (maklum di pantai Anyer-Banten, aku biasanya membeli kelapa seharga Rp 5 ribu) karena pohon kelapanya tumbuh di pinggir pantai itu, tinggal dipetik saja. bukannya pelit tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli kelapa, tetapi cara penjualnya menawarkan kelapa dagangannya kurang simpatik, sehingga aku memutuskan tidak membeli (walaupun ada keinginan untuk membantu pedagang kecil seperti ini).

eh teman,.... jika kalian ingin melihat pantai-pantai yang indah dan bersih, mainlah ke Sumatera Barat,.... dari Labuhan Tarok tadi kalian bisa pergi ke pulau-pulau kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh dari daratan. kalian bisa menikmati keindahan alam Sumatera Barat. Ada juga cottage di pulau-pulau itu.

secara natural, aku berani mengatakan bahwa pantai di Sumatera Barat sangat indah :), namun mungkin karena faktor budaya di sini berbeda dengan budaya di Bali, maka pantai di Sumatera Barat ini kurang digemari turis seperti di Bali.

aku sempat berkhayal...., jika sudah pensiun nanti, aku ingin menjadi guru/dosen yang mengajar di kampung halamanku ini. gaji bukan tujuan utama, tapi aku ingin insan di nagari Rumah Gadang ini dapat pengetahuan tanpa harus membayar mahal. selama cukup buat sandang dan pangan serta papan,..... kurasa cukuplah.
ah.... ini hanya angan-angan,..... kenyataannya kebutuhan hidup dari hari ke hari memaksa diriku untuk berpikir mencari kesempatan untuk dapat menghasilkan uang dari setiap peluang usaha yang muncul di depan mata.(mudah dalam teori, susah dalam prakteknya......) semoga angan-anganku ini dapat menjadi kenyataan. Insya Allah

Indahnya Danau Maninjau di Sumatera Barat


teman...., memenuhi janjiku yang lalu..... sekarang aku akan bercerita tentang keindahan alam negeri Minangkabau. Kumulai dari sebuah danau yang bernama Danau Maninjau.
Tanggal 23 Desember 2010, aku dan keluarga beserta Ibu mertua berangkat menuju Danau Maninjau melalui jalan Lubuk Basung. alasan aku mengambil jalur ini (bukan jalur Padang Bukittinggi) adalah karena jalur ini akan melalui kota Pariaman, yang ujungnya akan tiba di bagian ujung Danau Maninjau. ada kenangan masa kecil ketika aku berdua dengan abangku dulu menikmati nasi bungkus yang dibawa dari kota Padang di bagian ujung danau ini (kami berdua menggunakan sepeda motor ke sini). Rasanya..... nikmat sekali memakan ikan bakar dengan cabe merah lebar yang biasanya menjadi pasangan dendeng balado (masih mengalir air liurku mengingat makanan ini...).

kenangan indah dan nikmatnya makan (karena sudah lapar ya...?) masih terasa ketika kami mendekati pinggiran danau. Anak-anak sudah tidak sabar untuk bermain air (wah... mereka tidak tau ya... air danau ini kan dingin..... brrrrr).
ada kenangan lain yang kuceritakan kepada anak-anak dan istriku, yaitu ketika masih menjadi mahasiswa, aku menjalani Kuliah Kerja Nyata di bukit di atas Danau Maninjau ini. eh...ada hal lain yang baru ku ketahui saat tiba di danau ini. ternyata.. dua jagoanku tidak bisa memanjat pohon yang relatif rendah....? (karena biasa hidup di kota Jakarta tidak bertemu pohon untuk dipanjat, jadi mereka takut untuk naik ke atas pohon..... olala....?)

kalian mau tau apa yang menjadi bagian khas dari kunjungan ke Danau Maninjau ini? apabila kita datang dari arah Bukittinggi ke Danau Maninjau, maka pasti melalui tikungan yang jumlahnya ada 44 (empat puluh empat ..... banyak khan). Yah... ini kelokan yang dikenal dengan nama Kelok Ampek Puluah Ampek (Kelok 44).

eh.. ada cerita lucunya....., khan istri dan mertuaku dari negeri Sriwijaya, jadi disaat melewati kelok 44 mereka merasa bahwa kelokan ini akan sangat lama.....? maklum saja, mulai hitungan kan selalu dari 1 (karena kami berada di bawah...). anak-anak sebaliknya merasa senang, karena di setiap kelokan yang dekat dengan bukit, terlihat banyak monyet yang bebas bermain hingga ke pinggir jalan.

keindahan alam ini sempat kuabadikan dengan kamera, walaupun saat kami tiba di puncak sudah mendekati pk. 18.00 (di Sumatera Barat, langit masih terang ketika pk. 18.00 karena menghadap ke arah Barat...). Pantulan cahaya matahari di awan-awan langit senja, serta bentuk danau yang tenang teduh.... memberikan nuansa tersendiri. Aku seakan-akan menjadi pemburu foto, dengan berbekal EOS 500D, kusisir pinggir puncak bukit untuk dapat mengambil gambar-gambar yang menurutku indah.

Bagi kalian yang berminat untuk melakukan perjalanan wisata ke Danau Maninjau dan ingin berburu foto saat senja, ada lokasi hotel di Puncak Kelok 44 yang dapat digunakan untuk istirahat. Disamping itu di dekat danau juga banyak penginapan.

Hal yang berkesan ketika aku meninggalkan pinggiran danau ini adalah, penduduk setempat yang masih sangat bersahabat dan ramah dengan tamu-tamu yang datang.

Jumat, 31 Desember 2010

Tulisan Penutup Tahun 2010


hei... teman......, sudah lama rasanya aku tidak menyentuh keyboard untuk menuliskan cerita tentang perjalanan yang sudah kulalui sejak terakhir kali bertemu dengan Kang Yusuf di Surabaya tanggal 15 Desember 2010 yang lalu.

terus terang saja,... sebagai manusia biasa... (yang terdiri dari fisik dan mental)...sejak persiapan acara di Surabaya hingga acara tersebut berlangsung, energiku banyak terkuras...... (ya...iyalah...., kan mesti memikirkan dan mengeksekusi hal-hal yang menjadi tanggung jawabku dengan seoptimal mungkin).
namun bagaimanapun juga,.... kelelahan ini terobati dengan hasil yang diapresiasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan merasa didukung dengan adanya kami dalam kegiatan di Surabaya itu (terima kasih.... kepada Kementerian Koordinator Ekonomi).

nah.... ceritanya dimulai disini...... (ceng...ceng...ceng ....)
setelah melewati titik klimaks, maka gw teringat akan janji kepada buah hatiku dan pendampingku...., bahwa kami akan bersama-sama menikmati hari-hari tanpa ada pembicaraan tentang pekerjaan, dan seluruh waktu dan diriku untuk keluargaku.....:)
singkat cerita.... aku akan mengambil cuti, yang telah kurencanakan 4 bulan sebelumnya....., dengan tujuan.... ke kampuang den nan jauah di mato.....

karena anak-anak sudah cukup besar untuk mengerti akan hal-hal yang akan kami temui selama di kota Padang,..... aku merasa yakin untuk menceritakan hal-hal yang sangat berarti bagiku.... kepada buah hatiku ini.... :)
aku telah merencanakan, hari-hari yang akan kami lewati dengan mengunjungi tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah, bagi Bapaknya yang dibesarkan dan mengenyam pendidikan dengan kultur Minangkabau ++

yah..., mereka pada dasarnya senang.....
5 hari yang kuhabiskan bersama keluargaku tercinta memberikan energi baru bagiku....
(seperti baterai yang baru diisi ulang),.....
walaupun kulitku menjadi sedikit lebih gelap (back to basic),... namun hatiku merasa semakin bersinar...., karena melihat dan merasakan kembali kenangan-kenangan yang membangkitkan emosi positif......

banyak ide bermunculan di kepalaku,..... thanks GOD....
aku tinggal meluangkan waktu untuk duduk di depan komputer untuk menuliskannya serta menyisipkan gambar-gambar indah yang sempat tertangkap dengan kamera Canon EOS 500D-ku (...ceritanya gw sudah mulai pake EOS). memang beda gambar yang didapatkan menggunakan kamera yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan yang standar.... (ada rupa... ada harga...ya?)

eh... teman, maaf ya... aku belum dapat menulis tuntas malam ini (sebagai tulisan penutup tahun 2010), karena sudah 3x anakku bolak balik menanyakan Bapaknya kapan selesai main komputer? karena ia ingin ditemani tidur....., diberi perhatian dan usapan yang membuat dirinya merasa dicintai oleh Bapaknya..... :)

btw tahun 2010 banyak meninggalkan makna yang mendalam bagiku tentang pertemanan, kesetiaan, pilihan, keputusan, dan tanggung jawab, serta sedikit kekecewaan.
bagaimanapun juga ... bagiku lebih baik memilih bersikap positif terhadap apapun masalah yang kuhadapi..., daripada menyesali keputusan yang telah terjadi.

kepada pihak-pihak yang merasa tertohok dengan statementku di atas, aku mohon maaf.
tidak ada niat untuk menyakiti atau mengkhianati pertemanan yang sudah terjalin, tetapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupanku, kupercaya itu adalah rencana ALLAH yang telah dipersiapkan untukku.

kupercaya,..... IA menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. amin.

semoga tahun 2011 membawa kesejahteraan bagi bangsa dan negaraku, terutama bagi saudara/i yang sedang mencoba berjuang di negeri orang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. may GOD bless you all. happy new year


Jakarta, 31 Desember 2010 pk. 11.01 WIB.

Kamis, 16 Desember 2010

Jaket Kulit buatan TKI dipakai Bapak Presiden

hai..... teman,.... khususnya engkau "Pahlawan Devisa"......,
aku punya cerita gembira....., atau mungkin berita luar biasa buat kalian semua.....?

masih ingat ceritaku pada tanggal 30 September 2010 yang berjudul Kapan ya...?
ternyata jawabannya tidak terlalu lama.....,
tanggal 15 Desember 2010, di Surabaya....., tepatnya di Gedung Grahadi (gedung pertemuan pemerintah Jawa Timur),
aku menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri (juga oleh beberapa pasang mata pejabat tinggi negara...RI), bahwa jaket kulit buatan TKI Purna (dibuat oleh Bapak Yusuf Sopian - TKI asal Garut) berkenan dipakai oleh orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden yang kucintai (.... atau yang kita cintai...?) Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

wah....., hebring mah si Akang.....,
jauh-jauh datang ke Surabaya menghadiri acara peluncuran Kredit Usaha Rakyat untuk Tenaga Kerja Indonesia (KUR TKI)pada tanggal 15 Desember 2010, berbuah suatu pengalaman manis dan membekas....
jaket kulit buatan Pak Yusuf,.... berkenan dipakai oleh Bapak Presiden Republik Indonesia.

mau tau cerita lengkapnya ......?
begini.... ya saudara dan saudariku ... para "Pahlawan Devisa"..... :)
gw kan bertemu Pak Yusuf pada bulan September 2010 yang lalu di Bogor...., dalam acara temu ramah-tamah dengan para TKI yang telah kembali ke Indonesia dan menetapkan hati dan langkahnya untuk berkarya di kampung halamannya guna membuka lapangan kerja bagi saudara-saudari sekampung.

eh... si Pak Yusuf,.... (gw lebih suka menyebut beliau dengan sebutan Kang Yusuf) emang orangnya ramah.... dan pintar (memang kan TKI juga banyak yang pintar...)
setelah gw mencoba mencari tahu tentang latar belakang serta pengalaman beliau selama bekerja di luar negeri (di Jepang), maka gw merasa bahwa "nih orang" seharusnya bukan hanya jadi pengusaha kecil..... tapi bisa menjadi pengusaha besar yang mempekerjakan lebih banyak orang lain.

syukur kepada ALLAH, bahwa ada kesempatan untuk memperlihatkan kepada Bapak Presiden yang berkenan menghadiri acara peluncuran KUR TKI pada tanggal 15 Desember 2010 yang lalu.
wah.... gw jadi terharu nih.... (rasanya gimana gitu...dada ini sesak oleh kegembiraan yang sulit diucapkan dengan kata-kata - lu taukan maksud gw...?)
di "booth" atau lebih mudahnya gw sebut "stan" yang dibuka oleh Bank Mandiri (itu loh.... bank terbesar di Indonesia yang logonya menggunakan warna kuning emas berbentuk pita dengan bentuk tulisan m dan di bawahnya ada tulisan mandiri tetapi tidak ada titiknya)Kang Yusuf menampilkan barang-barang yang selama ini dia produksi dan jual bersama-sama teman-teman dari Garut.

eh..., gw ndak tau... Kang Yusuf punya ide dari mana......?
beliau telah mempersiapkan sebuah jaket yang ukurannya paling besar (menurut standar yang dia buat) untuk Bapak Presiden.
nah..., ini dia .... ketika Pak Presiden mampir melihat produk-produk yang dipajang di stan Bank Mandiri, beliau berdialog dengan Kang Yusuf...., dan....
(ceng..ceng...ceng......!) Kang Yusuf berhasil memenangkan hati Pak Presiden..... :)

Bapak Presiden yang saya hormati,.......
ini saya Yusuf... mantan TKI (TKI Purna)... dulunya bekerja di Jepang.....,
sekarang saya membuat produk-produk yang berbahan kulit..., antara lain jaket yang Bapak lihat ini......
mohon Bapak berkenan mencoba hasil karya TKI yang telah kembali ke tanah air ini untuk berkarya di kampung........

wah....., ini dia moment yang bikin gw terharu... (oh my GOD, you are so good)
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono berkenan memakai jaket tersebut..., dan ukurannya pas banget...... (hebring....mah si Akang,... kok bisa menduga ukuran Pak SBY ya....?)
wow..... si Akang gembira sekali boleh diperkenankan menjadikan jaket itu sebagai cendera mata untuk RI-1. (RI-1 gitu loh........)

nah..., teman-teman... para "Pahlawan Devisa".... kalian boleh senang bekerja di Negeri Orang,.... dan harus senang.... agar energi positifnya dapat membuat kinerja kalian semakin baik dari hari ke hari..... :)
tapi jangan lupa dan terlena...... (bangun... coy...!)
kalian dapatkan ilmu dan keterampilan...... (ukir... itu di dalam pikiran dan hatimu)
bawa pulang.... ke Indonesia (negeri yang telah membesarkan kalian)....,
bawa pulang dan bagikan kepada saudara dan saudarimu di kampung halaman, di desa yang kau rindukan......... (gw senang loh kalo lagi jalan-jalan ke desa....., adem gitu.... dan jauh dari stress)

kalian layak menjadi pengusaha.....
seperti Kang Yusuf...., bukan hanya sekedar menjadi pegawai.....
memang tidak mudah pastinya.....
tetapi selalu ada langkah awal.... untuk memulai sesuatu yang baru kan.....

Keberhasilan Kang Yusuf membuat jaket yang dipakai oleh orang nomor satu di Indonesia juga berawal dari sebuah langkah yang tidak mudah.....
tetapi...... dia bisa......

kenapa.....? karena dia yakin... dan dia percaya bahwa Allah memberikan berkatNya.
so.... kamu... juga bisa teman..... :)
ayo.... buktikan..... kamu bisa !!!

Jakarta, 17 Desember 2010 pk. 04:33